Wah! Baliho Farhat Abbas Calon Presiden Muda Sudah Terpasang

by
January 14th, 2013 at 9:41 am

Jakarta (CiriCara.com) – Sama seperti Rhoma Irama, ternyata langkah Farhat Abbas untuk mencalonkan diri menjadi Calon Presiden 2014 bukan hanya sekedar wacana belaka.

Buktinya, kini baliho pencalonan diri Farhat sebagai Presiden dengan tulisan ‘Farhat Abbas Capres Muda’ sudah terpasang di daerah Ciputat , Tangerang Selatan.

Dilansir dari Detik.com, baliho yang berukuran 3×8 meter tersebut dipasang di Jalan Ir. Haji Juanda yang berjarak 100 meter dari Lebak Bulus sebelum pasar Ciputat.

Detik

Dalam baliho seperti gambar di atas terpampang foto Farhat Abbas yang memakai jas biru dengan latar belakang bendera merah putih. Di sekitar foto terdapat tulisan berwarna putih di atas warna merah pada bendera.

Di dalam gambar, tulisan putih “Presiden RI” terpampang jelas namun tanpa ada tulisan tahun. Sedangkan visi yang tertulis di atas spanduk adalah, “Majukan Seni Budaya Bangsa”.

Di bawah tulisan Presiden RI, ada tulisan lain yaitu, ‘Wajib Sumpah Pocong untuk Tak Korupsi dan Tak KKN’. Dan di bawahnya tertulis jelas nama Farhat Abbas Capres Muda (Aku) Indonesia.

Rencana Farhat Abbas untuk mencalonkan diri menjadi Capres ini sudah ramai ia beritakan di Twitter. Namun hingga saat ini belum diketahui dengan pasti partai apa yang akan diambil oleh pengacara yang sempat bertindak rasis terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tersebut.

“Saya siap maju sebagai capres muda. Saya ingin memajukan seni budaya bangsa Indonesia,” kata Farhat seperti dikutip oleh Detik.com, Rabu, 9 Januari 2013.

Bahkan, tulisan ‘Wajib Sumpah Pocong untuk Tak Korupsi dan Tak KKN’ dinilai Farhat bukan hanya sekedar main-main. Ia menganggap kedua hal itu sebagai komitmen pejabat agar tak korupsi saat menjalankan tugasnya.

Saya jadi capres siap sumpah pocong. Calon pejabat juga harus berani sumpah pocong,” katanya lagi.

Menurut Farhat, sumpah pocong tidak akan melanggar aturan karena ia menilai hal itu sebagai bagian dari budaya masyarakat Indonesia.

Farhat Abbas yang juga sempat ditolak oleh Partai Demokrat saat ingin bergabung ini mengatakan bahwa ia punya semangat idealisme yang tinggi dan siap untuk bangkit bagi Indonesia.

Tapi tampaknya masyarakat sudah terlanjur kecewa dengan aksi Farhat yang menulis kicauan rasis di Twitter terhadap Ahok tersebut. Dengan adanya baliho ini, bisakah paradigma masyarakat terhadap pengacara ini berubah? (RN)

Comment di sini