Daming Sunusi Menangis Minta Maaf Kepada Masyarakat

by
January 15th, 2013 at 4:49 pm

Jakarta (CiriCara.com)Daming Sunusi, Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banjarmasin, mengeluarkan pernyataan yang menyulut kecaman dari warga. Pasalnya, Hakim ini berseloroh tentang kasus perkosaan.

Diberitakan oleh Detik.com, pada saat fit and proper test calon Hakimg Agung, Daming berkomentar soal hukuman yang pantas diberikan kepada pelaku.

“Yang diperkosa dengan yang memperkosa ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati,” kata Daming Sunusi seperti dikutip Detik.com.

Serentak, masyarakat mengecam tindakan Daming ini di dunia maya. Ketua Pengadilan Tinggi bergaji Rp. 45 juta/bulan ini dianggap telah melukai rakyat lewat pernyataannya.

Karena dikecam oleh masyarkat, Daming lalu meminta maaf. Permintaan maafnya ia buat ditemani oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Ridwan Mansyur di kantor MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2013.

Detik

Berikut ini adalah isi permintaan maaf Daming Sunusi kepada masyarakat seperti dikutip oleh Detik.com:

Kemarin itu, Senin tanggal 14 Januari 2013, saya mengikuti fit and proper test di DPR. Kemudian saat saya ditanya oleh Fraksi PAN, Andi Azhar, begitu saya dicecar pertanyaan dari berbagai latar belakang ilmu yang begitu kompleks, mulai soal narkotika, soal korupsi dan pembunuhan sadis.

Ketika korupsi, pembunuhan sadis dan masalah pemerkosaan, bagaimana pendapat saudara calon untuk penerapan hukuman mati.

(Saya jawab) Bahwa seorang hakim yang akan menerapkan hukuman mati itu tentu harus membedah kasus itu sedalam-dalamnya. Kita akan melihat sampai sejauh mana kadar kesalahan seorang terdakwa.

Semua itu akan menjadi pertimbangan hakim untuk menjatuhkan hukuman. Kalau memang ternyata dari hasil pemeriksaan itu tidak ada yang meringankan, terdakwa tentu pantaslah itu dijatuhkan hukuman mati.

Tetapi mengenai masalah pemerkosaan, kata saya pada waktu itu, di fit –

Di poin ini, Daming tiba-tiba menangis sambil mengambil tisu yang disediakan di depannya.

Bagi saya (hukuman mati untuk pemerkosaan) masih perlu dipertimbangkan matang-matang. Di luar kontrol saya, disebabkan karena ketegangan selama kurang lebih 1,5 jam di luar kontrol saya muncul itu, ‘soal pemerkosaan sama-sama menikmati’. Dan itu benar-benar di luar kontrol saya lalu muncul pernyataan itu.

Itu disebabkan karena saya dicecar beberapa pertanyaan latar belakang disiplin ilmu sehingga saya harus berpikir keras untuk menjawab ini.

Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, dari lubuk yang paling dalam. Saya menyadari kata-kata itu tidak pantas diucapkan oleh siapa pun, termasuk calon hakim agung. Saya sungguh sangat menyesal. Saya sampaikan permintaan maaf, kepada masyarakat, media massa, Komnas PA, YLBHI dan pemerhati hukum. Terus terang saya sangat membenci ucapan ini, tapi entah mengapa…

Di akhir permintaan maafnya, Daming kembali menghapus air matanya dengan tisu.

Walau telah menangis, namun tampaknya ucapan Ketua Pengadilan Tinggi ini sudah mencoreng posisi dan institusi hukum yang disandangnya. Bahkan kabarnya, ucapan Daming ini akan mempengaruhi karirnya yang diputuskan dua minggu lagi. (RN)

Comment di sini