Debit Sungai Ciliwung Naik Drastis, Jakarta Siaga Banjir

by
January 15th, 2013 at 4:11 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Ketinggian air di pos pemantau air Ciliwung, Jembatan Panus, Depok mulai memasuki siaga I. Pada pukul 10.00 WIB tadi, Selasa, 15 Januari 2013, ketinggian air mencapai telah 350 cm.

Dengan ketinggian tersebut, Jakarta diperingatkan untuk waspada banjir. Diberitakan oleh Tempo.co, ketinggian air akan terus naik hingga siang ini.

“Sekarang sudah siaga satu, diperkirakan air terus naik,” kata petugas pemantau, Ardih Suhardi, kepada Tempo.co, Selasa, 15 Januari 2013.

Ketinggian debit air yang mencapai 350 cm diperkirakan adalah ketinggian tertinggi pada musim hujan kali ini. Sebelumnya ketinggian hanya sampai pada siaga II atau 280 cm. Ketinggian ini normal menurut siklus banjir lima tahunan.

Pada tahun 2007 silam, ketinggian air di Jembatan Panus bahkan mencapai 465 cm. Lima tahun kemudian, tepatnya pada musim hujan kali ini, ketinggian air sudah di atas 300 cm atau lebih tinggi dari musim hujan sebelumnya.

Untuk menghadapi banjir kali ini, Ardih meminta agar warga Jakarta bersiap-siap agar rumah dan harta mereka tidak terendam oleh banjir.

Sementara itu, diperkirakan banjir akan mendatangi wilayah-wilayah ‘langganan’ seperti Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Sejak pukul 06.00 WIB tadi, air sudah masuk dengan ketinggian 150 cm. Namun dalam waktu dua jam saja, air bertambah cepat hingga ketinggian mencapai 350 cm. Air bertambah tinggi sejak mendapat kiriman dari Bogor.

Lalu pada pukul 07.30 WIB tadi, permukaan air di Bendung Katulampa Bogor telah mencapai 210 cm. Menurut keterangan, air dari Sungai Ciliwung Hulu sudah mencapa posisi siaga I atau pada tingkat tertinggi karena sudah melebihi dari batas yaitu 200 cm.

Sedangkan untuk sampai ke Jembatan Panus, Depok, air di Bogor membutuhkan waktu 3-4 jam. Sementara untuk sampai ke Jakarta, air membutuhkan waktu 7 sampai 8 jam.

Pada pukul 17.00 WIB nanti, air diperkirakan akan menggenani wilayah sekitar Sungai Ciliwung dengan ketinggian lebih dari ketinggian terakhir air sungai pada bulan Desember 2012 lalu.

Hujan yang terus menerus turun dari semalam hingga pagi tadi tidak hanya mengakibatkan banjir di berbagai penjuru namun juga menyebabkan kemacetan parah di berbagai ruas jalan di Ibukota. (RN)

Comment di sini