Banjir Jakarta 2013: Sekali Naik Perahu, Korban Banjir Pluit Dimintai Ratusan Ribu Rupiah

by
January 21st, 2013 at 1:22 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Di tengah-tengah banjir yang melanda kawasan perumahan elit di Pluit, para pemilik perahu yang jeli lalu menawarkan jasa angkutan kepada para korban banjir.

Karena kawasan ini termasuk kawasan yang dihuni oleh orang-orang kaya, tak tanggung-tanggung, tarif yang diberikan para pemilik perahu mulai dari Rp. 200 ribu sampai Rp. 500 ribu untuk sekali antar.

Dilansir dari Detik.com, sejak hari Sabtu, 19 Januari 2013, perahu-perahu milik para nelayan dari Muara Angke dan Muara Karang bersliweran di sekitar lokasi banjir untuk mencari penumpang.

VIVAnews

VIVAnews

Berdasarkan keterangan salah seorang pembantu warga, ketika ia sedang diungsikan menggunakan perahu tersebut, tarif yang diminta adalah Rp. 200 ribu sekali jalan dengan jarak yang hanya sepanjang 500 meter.

“Tadi pagi majikan saya telepon minta dievakuasi, ya terus saya cari perahu yang dari Muara Angke. Saya dikenakan tarif Rp 200 ribu sekali jalan. Tapi tadi majikan saya sama anaknya dua, sama temannya, sama istrinya, kena Rp 200 juga, jadi Rp 400 ribu. Kalau lebih dari lima orang perahunya nggak mau. Akhirya terpaksa saya turun dari perahu,” tutur Udin, warga korban banjir Pluit, kepada Detik.com, Sabtu, 19 Januari 2013.

Jika perahu diminta untuk membawa motor, si pendayung perahu meminta Rp. 500 ribu yang berlaku untuk jarak dekat. Sedangkan jarak jauh, perlu ada tawar menawar lagi antara kedua belah pihak.

Para warga korban banjir Pluit dengan ketinggian air yang mencapai dua meter lebih suka menggunakan jasa perahu tersebut karena antrian resmi untuk naik perahu bantuan dari posko banjir Pluit cukup panjang.

Hingga hari keempat ini, banjir di kawasan Pluit belum juga surut walaupun 5 unit pompa sudah dikerahkan untuk membuang air ke Kali Karang di Jalan Pluit Barat. (RN)

Comment di sini