Jika Sudah Mentok, Jokowi Setuju Ibu Kota Dipindah

by
January 21st, 2013 at 4:30 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Banjir dan macet adalah dua momentum tepat untuk segera memindahkan Ibukota Negara Republik Indonesia dari Jakarta.

Selain banjir dan macet, masih ada ribuan masalah pelik yang tidak bisa dibendung oleh Jakarta. Hal tersebut tentu membuat kota metropolitan ini sudah tidak dapat lagi memenuhi standar sebagai Ibu Kota suatu negara.

Pemprov DKI

Pemprov DKI

Wacana pemindahan Ibu Kota tidak hanya sekali ini dilontarkan. Meski sempat memanas pekan ini pasca banjir besar menyerbu sebagian besar wilayah Jakarta, wacana pemindahan Ibu Kota telah bergulir sejak zaman pemerintahan Soekarno.

Kala itu, Presiden dan Bapak Bangsa ini memberi masukan untuk memindahkan Ibu Kota RI ke Palangkaraya. Namun wacana ini tidak pernah ditindak lanjuti karena masa pemerintahannya berakhir di tangan Soeharto.

Di bawah pemerintahan Soeharto, Ibu Kota Negara Indonesia juga sempat akan dipindahkan di daerah Jonggol, kawasan Bogor. Tapi, tetap saja wacana tersebut hanya sebatas wacana.

Sedangkan di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibukota Negara juga sempat diusulkan dipindah ke Purwokerto, Jawa Tengah. Di tempat itu terdapat tempat pariwisata Baturaden yang rencananya akan dibuat Istana Negara.

Kota-kota lainnya yang sempat diisukan menjadi Ibu Kota adalah Karawang, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Kota Merdeka, Pontianak, Balikpapan, dan Samarinda.

Kompasiana

Kompasiana

Kini, isu pemindahan Ibu Kota RI ini kembali mencuat. Bahkan para politisi pun tak segan mendukung rencana pemindahan Ibu Kota ini. Selain karena tata kota Jakarta yang sudah amburadul, jumlah penduduk kota metropolitan ini juga telah berada di luar batas.

Terkait dengan wacana pemindahan Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akhirnya menyetujui wacana yang dilontarkan oleh Ketua MPR, Taufiq Kiemas.

Menurut Jokowi, jika sudah tidak ada alternatif lain dan mentok pada urusan banjir Jakarta, maka keputusan ini harus diambil.

Kalau memang sudah kita mentok dan kesulitan untuk mengatasi banjir Jakarta, tidak ada jalan lain. Ya, saya sangat setuju dengan Bapak Ketua MPR untuk dipindah,” kata Jokowi saat bertemu dengan pimpinan MPR di Gedung MPR RI, Jakarta, Senin, 21 Januari 2013 seperti dikutip Kompas.com.

Isu pemindahan Ibu Kota ini bergulir saat Taufiq Kiemas mengungkapkan rasa pesimisnya terhadap penyelesaian masalah Jakarta termasuk banjir.

Menurut Taufiq, perlu langkah-langkah fundamental dan strategis untuk mengatasi permasalah tersebut termasuk pertimbangan opsi pemindahan ibu kota ke daerah lain.

Taufiq juga mengatakan bahwa bencana banjir telah menambah daftar panjang persoalan di Jakarta selain kemacetan dan kejahatan. Beban Ibu Kota Jakarta ini harus digantikan oleh daerah lain yang memenuhi syarat geografis, geopolitik, dan sosioekonomis.

Nantinya, jika benar-benar diambil, keputusan ini harus didukung oleh pemerintah, DPR, dan rakyat.

Seharusnya pemerintah juga segera mengambil keputusan untuk mengganti Ibukota Negara berdasarkan pendapat yang masuk dan gagasan yang dilontarkan sejak Indonesia didirikan ini. (RN)

Comment di sini