Presiden SBY Pernah Usulkan Skenario Pindah Ibu Kota

by
January 21st, 2013 at 1:30 pm

Presiden SBYJakarta (CiriCara.com) – Bencana banjir yang melanda Jakarta di awal tahun 2013 ini kembali mengingatkan publik pada wacana pemindahan ibu kota. Banyak pihak menilai Jakarta sudah tidak kuat lagi menahan beban sebagai ibu kota. Apa keputusan pemerintah?

Jakarta saat ini dikenal sebagai kota yang sangat padat penduduk. Masalah umum seperti macet dan banjir juga belum bisa teratasi hingga saat ini. Tak heran, banyak pihak yang mengusulkan agar ibu kota dipindah dari DKI Jakarta.

Staf khusus presiden Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai menuturkan bahwa pemerintah ikut mempertimbangkan daya dukung Jakarta yang berat. Wacana publik tentang pemindahan ibu kota juga sudah menjadi sorotan pemerintah sejak 2009 lalu.

Jakarta Macet Akibat Banjir

Menurut Velix, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menyampaikan tiga skenario untuk menjadi opsi wacana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta. Hal ini disampaikan SBY pada acara Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Palangkaraya, pada 2010 silam.

Menurut Velix, dalam acara tersebut Presiden SBY mengajak semua pihak untuk berdiskusi secara terbuka. “Hal ini sebagai langkah visioner, terobosan, sekaligus thinking outside the box bagi masa depan Indonesia,” tutur Velix.

Berikut tiga skenario Pemindahan Ibu Kota Negara ala Presiden SBY, Agustus 2010:

1. Mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota, pusat pemerintahan, sekaligus kota ekonomi dan perdagangan. Namun, pilihan ini bisa meningkatkan resiko macet parah, banjir besar, dan juga memperburuk tata wilayah Jakarta.

2. Membangun ibu kota yang benar-benar baru (totally new capital). Itu artinya, ibu kota akan dipindah dari DKI Jakarta ke kota lainnya yang dianggap memiliki potensial tinggi untuk jadi ibu kota yang baru.

3. Ibu kota tetap di DKI Jakarta, namun memindahkan pusat pemerintahan ke lokasi lain.

Sayangnya hingga saat ini kebijakan perpindahan ibu kota atau pergeseran pusat pemerintahan itu masih dalam pembahasan. Presiden SBY juga mengajak semua pihak untuk ikut menyampaikan pendapatnya mengenai kebijakan yang menyangkut masa depan bangsa Indonesia itu.

Bagaimana dengan pendapat Anda?

(YG)

Comment di sini