Ajudan Jokowi: Bapak Kecewa Berat dan Marah

by
January 23rd, 2013 at 9:29 am

Jakarta (CiriCara.com) – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi dikenal sebagai seorang yang ramah dan mau melayani setiap pertanyaan wartawan dengan sabar.

Namun kemarin malam, Selasa, 22 Januari 2013, Jokowi terlihat marah ketika menghadiri talkshow di TVOne. Penyebabnya, presenter televisi talkshow tersebut terlalu menanyakan hal-hal yang tidak disepakati sebelumnya.

Merdeka

Merdeka

Dalam acara televisi itu, Jokowi merasa dijebak dengan pertanyaan 100 hari kinerja Jokowi dan Ahok. Padahal sebelumnya, TVOne berjanji hanya akan mengangkat masalah banjir dan jebolnya tanggul Jalan Latuharhary saja dalam talkshow tersebut.

Diberitakan oleh Merdeka.com, ternyata sebelum acara siaran berlangsung, Jokowi sudah berpesan agar tidak menyertakan narasumber lain tetapi nyatanya di dalam program ada narasumber lain yang dihadirkan.

Acara TVOne yang dipandu oleh Muhammad Rizki itu diduga hanya memanfaatkan momentum talkshow untuk menanyakan seputar 100 hari kepada Jokowi.

“Bapak (Jokowi) tadi malam tampak kecewa berat dan marah,” ungkap salah satu ajudan Jokowi, Ivand, Selasa 22 Januari 2013 seperti dikutip oleh Merdeka.com.

Ajudan Jokowi tersebut mengatakan bahwa Jokowi tidak mau berkomentar soal 100 hari kerja setelah dirinya dilantik karena ia lebih memilih untuk menangani dan mencari solusi banjir yang melanda Ibu Kota.

Di lain pihak, kawan terdekat Jokowi, Anggit, juga sangat menyayangkan acara yang disiarkan langsung oleh TVOne itu karena dianggap telah menyalahi kesepakatan awal. Inilah yang membuat Gubernur DKI Jakarta tersebut sangat kecewa.

“Interview yang dilakukan tvOne cuma persoalan banjir, eh ternyata malah menanyakan persoalan-persoalan lain. Wajah bapak pun berubah begitu ada narasumber lain dalam interview itu,” kata Anggit kepada sumber yang sama.

Karena kecewa terhadap program TVOne yang berlangsung tersebut, Jokowi tampak kesal terhadap reporter dan karyawan TVOne.

Setelah acara usai, presenter Muhammad Rizky yang memandu acara langsung mendapat banyak kritikan di Twitter dan masih berlangsung hingga pagi ini. Presenter tersebut lalu mengungkapkan penyesalannya lewat jejaring sosial yang sama.

Terima kasih twepperz atas mentionnya.semoga hari ini bisa jadi pelajaran berharga buat saya.salam,” kicau Muhammad Riski dalam akun Twitternya@muhammad_rizq

Memang seperti diketahui oleh banyak orang, menjelang hari keseratus Jokowi memimpin Jakarta, kawasan Ibu Kota tergenang banjir yang masih belum surut hingga hari ini.

Tentu saja sebagai seorang Gubernur, Jokowi harus fokus terhadap banjir, korban banjir dan penanganannya dibanding mengungkapkan kesan dan pesannya setelah 100 hari bekerja.

“Saya nggak punya seratus hari, seribu hari, yang penting saya bekerja,” tandas Jokowi setelah peluncuran e-Ticketing di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa 22 Januari 2013, masih dikutip oleh Merdeka.com.

Gubernur yang banyak dipuji oleh rakyat ini menyatakan bahwa dirinya tidak peduli dengan kritikan dan pujian yang mengalir atas cara kerjanya karena baginya yang paling penting adalah ia dapat bekerja sesuai dengan jabatannya sekarang. (RN)

Comment di sini