Google Earth Ungkap Keberadaan Penjara Kerja Paksa Korut

by
January 25th, 2013 at 2:23 pm

CiriCara.comKorea Utara, negara paling tertutup di dunia yang masih memegang teguh aliran komunis ini sempat menuai kontroversi dengan peluncuran roket yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu.

Google Earth/Daily Mail

Google Earth/Daily Mail

Negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un ini menyimpan banyak misteri, karena Korea Utara tidak pernah membuka diri dengan negara lain.

Kabar baru tentang Korut, aplikasi Google Earth berhasil memetakan sebuah penjara mengerikan yang memenjarakan lebih dari 200.000 orang untuk kerja paksa.

Aplikasi gratis ini digunakan oleh salah seorang aktivis HAM untuk membuka kedok penjara kerja paksa milik Korea Utara yang sudah lama dicurigai.

Google Earth/Daily Mail

Google Earth/Daily Mail

Kompleks penjara ini selalu dibantah dan ditutup-tutupi oleh pemerintahnya. Tapi berterima kasih pada Google, sehingga letak dan posisi pasti camp penjara tersebut dapat diketahui.

Sebuah lembaga yang bernama Amnesty International menjadi salah satu lembaga yang turut memuji kinerja Google Earth, di mana dapat membantu mengungkapkan kebenaran atas negara paling tertutup ini.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Amnesty International yang dilarang berada di negara komunis ini, mengatakan bahwa para tahanan dalam penjara tersebut harus berjalan sangat jauh, dan harus bertahan hidup dalam penjara tersebut melawan kelaparan, sakit-penyakit dan eksekusi hukuman mati.

Google Earth/Daily Mail

Google Earth/Daily Mail

Amnesty International sendiri pernah mewawancarai tahanan yang berhasil kabur dan tahanan yang dibebaskan. Mereka mengaku melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana seorang mekanik dibunuh karena gagal memperbaiki mobil perwira.

Parahnya lagi, para tahanan pun dipaksa untuk saling melemparkan batu ke sesama tahanan hingga mati. Dan tercatat hingga 2.000 orang meninggal akibat kelaparan ataupun sakit-penyakit setiap tahunnya, serta 40% di antara para tahanan itu, meninggal dunia karena kekurangan gizi.

Kabarnya, para tahanan camp penjara 22 itu adalah penduduk-penduduk yang ditangkap, baik itu di rumah mereka sendiri, maupun di jalanan pada waktu fajar ataupun senja dengan alasan “kejahatan politik”.

Juru bicara dari Amnesty International, Neil Durkin mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, pemerintah Korea Utara menampik tentang keberadaan camp penjara ini. Jika pemetaan satelit dapat membantu untuk menampilkan posisi keberadaan camnp penjara kerja paksa tersebut, maka hal itu akan sangat membantu untuk memberi tekanan pada pemerintahnya untuk segera menutup penjara tersebut.

Sementara itu, pimpinan Google, Eric Schmidt mendapat kritik selama beberapa minggu terakhir ini, karena kunjungannya ke negara yang memiliki kebijakan online yang sangat ketat ini.

Tapi Joshua Stanton, pengacara Washington menilai bahwa kunjungan Eric ialah sebagai upaya Google untuk membeberkan kebenaran tentang negara tersebut. (yk)

Daily Mail

Comment di sini