Mengaku Dianiaya, Ardina Rasti Dianggap Hanya Akting?

by
January 25th, 2013 at 3:28 pm

Jakarta (CiriCara) – Artis cantik, Ardina Rasti yang mengaku telah dianiaya oleh mantan kekasihnya, Eza Gionino sudah memberikan bukti berupa foto dan rekaman kepada publik.

Namun, bukti-bukti tersebut masih menjadi perdebatan banyak pihak. Bahkan beberapa dari mereka justru meragukan rekaman itu.

Detik

Detik

Menurut sejumlah pendapat, rekaman tersebut terdengar seperti sengaja di-setting oleh Ardina Rasti sendiri sehingga terkesan dramatis ketika diputar.

Pendapat tersebut dilontarkan oleh pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat yang meneliti rekaman pertengkaran Ardina Rasti dan Eza Gionino.

“Dia (Ardina) memang sengaja untuk merekam dan rekaman itu terlihat mulus dan tidak akan kelihatan kesalahannya. Tata bicaranya mulus, dia bisa aja berakting hingga berjalannya dengan mulus,” kata Abimanyu seperti dikutip Detik.com, Jumat, 25 Januari 2013.

Abimanyu menambahkan bila situasi dibalik dan Eza yang merekam pembicaraan tersebut maka kesan yang tertangkap akan berbeda.

Menurut Abimanyu, pembicaraan Eza akan terdengar manis dan berwibawa karena Eza tahu bahwa ia akan diberitakan kepada publik dan pengacara.

Walaupun ia sempat meragukan keaslian rekaman tersebut, Abimanyu menegaskan bahwa rekaman tersebut bukan rekayasa.

Peristiwa penganiayaan terhadap Ardina Rasti oleh Eza Gionino terjadi dua kali pada bulan Juli 2011 dan Juni 2012 di kawasan Kemang dan Bintaro.

Perlakuan Eza Gionino terhadap Ardina sudah dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan pada 30 Oktober 2012. Jika terbukti bersalah, Eza bisa dijerat dengan Pasal 351 dan 335 tentang penganiayaan.

Sebelum bukti berupa rekaman suara pertengkaran beredar, Ardina Rasti sudah menyebarkan bukti foto yang memperlihatkan lebam di wajah dan mata kirinya usai dianiaya.

Walau bukti sudah di tangan Ardina Rasti, tampaknya Eza masih tidak mau mengakui penganiayaan tersebut.

“Kekerasan yang bagaimana, tindak penganiayaan seperti apa, saya enggak pernah tau. Saya tidak pernah merasa melakukan itu,” kata Eza sambil menangis kepada Tempo.co, lewat sebuah jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 12 Januari 2013. (RN)

Comment di sini