Twitter Diminta Laporkan Pengguna Rasis

by
January 25th, 2013 at 12:17 pm

CiriCara.comTwitter, salah satu akun jejaring sosial yang tak kalah tenarnya dengan Facebook ini, juga sudah sering dijadikan sarana untuk saling menghina dan melayangkan celaan kepada sesama pengguna lainnya, baik itu teman maupun musuh. Seperti kasus Farhat Abbas di Tanah Air.

Twitter

Twitter

Tak jarang ditemui, ratusan tweet pengguna Twitter yang tersebar di dunia, mengandung unsur penghinaan terhadap ras, dan keturunan orang Yahudi (anti-semitisme) di negara-negara barat.

Contoh nyatanya, tahun 2012 lalu, Prancis dihebohkan dengan perilaku pengguna Twitter yang melakukan posting rasis dan anti-semitisme melalui hashtag #unbonjuif.

Tweet pada hashtag tersebut menjadi kehebohan di seluruh Prancis. Pada bulan Oktober 2012, beberapa badan mahasiswa meminta Twitter untuk menghapus pesan-pesan yang muncul dari hashtag tersebut, yang dinilai mengandung unsur anti-semistis dan rasis. Bahkan, hashtag ini menjadi hashtag ketiga terpopuler di Prancis dengan sebagian besar isinya menyerang agama.

Menanggapi kasus seperti ini, pengadilan tinggi Prancis memberikan perintah tegas kepada Twitter untuk menyerahkan nama-nama pengguna yang melakukan tweet berbau rasis dan anti-semitisme itu.

Prancis yang memiliki sejarah memalukan tentang anti-semitisme, mulai menggalakkan hukum yang ketat untuk memerangi kejahatan rasis tersebut.

Twitter diminta serahkan nama-nama pengguna Rasis

Union of Jewish Students of France (Persatuan Siswa Yahudi untuk Prancis) dan 3 kelompok sejenis menuntut Twitter memberikan nama-nama pengguna yang melakukan post rasis dengan hashtag #unbonjuif tersebut kepada pihak kepolisian Prancis untuk dituntut.

Akan tetapi, pengacara Twitter Prancis, Alexander Neri mengatakan bahwa semua data milik Twitter telah dikumpulkan dan disimpan di Amerika Serikat, tepatnya di San Francisco, di mana itu adalah letak kantor pusat dari situs jejaring sosial ini.

Dan Neri pun menambahkan bahwa hanya Hakim Agung Amerika sendiri yang dapat memutuskan apakah sebuah perusahaan AS harus menyerahkan data-datanya ke pihak berwenang Prancis atau tidak.

Kasus-kasus rasisme masih kerap terjadi di zaman modern seperti sekarang ini di mana informasi lebih bebas disebar-luaskan serta lebih mudah didapat karena adanya akses internet.

Apakah Twitter mampu bekerja sama dengan aparat hukum Prancis untuk memerangi kasus rasis dan anti-semitisme tersebut?

Pasalnya, di tahun lalu pula, Twitter berhasil menutup salah satu akun penggunanya yang dijalankan oleh sekelompok aliran Neo-Nazi Jerman yang bermarkas di Hanover, Jerman. Penutupan itu pun juga dilakukan atas permintaan kepolisian Jerman. (yk)

Daily Mail

Comment di sini