CiriCara: Ciri Pengguna Ganja

by

memakai ganjaCiriCara.com – Narkoba bukan hanya merusak otak, tapi juga bisa merusak tubuh, penampilan, dan perilaku. Secara fisik dan perilaku, pengguna narkoba memang menunjukkan ciri-ciri yang berbeda. Ada beberapa ciri yang ditunjukkan seseorang jika dirinya menggunakan narkoba.

Dilansir Health.Detik.com, Iskandar Hukom, Sekretaris Jenderal Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) mengatakan bahwa ciri-ciri fisik pengguna narkoba memang ada yang kelihatan, terutama pengguna tahap lanjut jarum suntik.

Selain itu, Dhira Narayana, ketua Lingkar Ganja Nusantara yang ditemui oleh DetikHealth dalam peluncuran buku hikayat Tanaman Ganja di Gramedia Matraman mengatakan bahwa efek yang ditunjukkan jika seseorang menggunakan ganja adalah merasa lapar dan kebanyakan dari mereka ingin tertawa.

Efek memabukkan saat menghisap ganja dipicu oleh kandungan hem atau Tetra Hidro Canabinnol (THC) dalam getahnya. Kandungan tersebut bisa menimbulkan efek pada si pengguna narkoba, seperti jadi terlihat kurus, senyum-senyum sendiri, dan lain sebagainya. Lalu, apa saja ciri pengguna ganja? Dilansir sumber yang sama, berikut ciri pengguna ganja:

badan kurus

1. Senyum-senyum sendiri

Senyawa yang terdapat dalam ganja tersebut memberikan halusinasi dan eforia atau kegembiraan berlebih. Dengan begitu, para pengguna ganja biasanya akan terlihat senyum-senyum sendiri atau bahkan tertawa tanpa sebab.

2. Terlihat kurus

Senyawa yang ada di dalam ganja juga bisa memberikan efel rasa lapar. Pemakai ganja cenderung selalu merasa lapar dan ingin mengunyah makanan. Namun, beberapa pemakai justru nampak kurus karena biasanya efek lapar ini sengaja dilawan dengan tidak makan agar efek euforianya bertahan lebih lama.

3. Otaknya lamban dalam berpikir

Pengguna narkoba akan menjadi malas dan otak lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontoversi karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya.

Dhira mengatakan bahwa tak ada satu pun efek ganja yang membuat pemakainya menjadi agresif seperti halnya saat mabuk alkohol. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ganja sebenarnya tidak seberbahaya narkotika lainnya. Selain itu, Dhira juga menegaskan bahwa ide untuk melegalkan ganja bukanlah untuk mendukung penyalahgunaan melainkan untuk pemanfaatan yang seluas-luasnya demi kesejahteraan para petani ganja.

Ganja hingga saat ini tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, di mana hampir semua unsur yang ada bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Namun, banyak juga orang yang menyalahgunakan ganja ini dengan cara dirajang, dikeringkan lalu dibakar dan diisap. (NR)


comments powered by Disqus