Salah Tangkap, Gadis Autis Malah Dituduh Mabuk

by
January 28th, 2013 at 4:05 pm

Liverpool (CiriCara.com) – Kasus naas menimpa seorang gadis remaja yang menderita autisme. Dia adalah Melissa Jones, gadis belia usia 17 tahun yang menimba ilmu bidang kue dan roti di sebuah perguruan tinggi.

Daily Mail/Bruce Adams

Daily Mail/Bruce Adams

Pada tengah malam tanggal 16 Juni tahun 2012 lalu, Melissa Jones dan seorang temannya pergi ke sebuah toko dekat rumahnya yang terletak di kawasan Edge Hill, Liverpool, Inggris untuk membeli beberapa botol minuman ringan.

Di toko tersebut, ada seorang pelanggan yang mabuk dan menjadi agresif karena pelayan toko menolak untuk melayaninya. Alhasil, wanita mabuk itu menyerang Melissa dan temannya.

Tindakan penyerangan itu membuat Melissa menjadi histeris dan menangis tak terkendali akibat autisme yang diidapnya.

Malangnya, beberapa saat kemudian polisi datang ke lokasi, dan si wanita mabuk yang menyerang Melissa sudah kabur duluan. Jadi, tinggalah Melissa yang belum bisa tenang dan masih menangis histeris.

Melihat keadaan Melissa yang tak terkendali seperti itu, polisi malah membawanya ke kantor polisi untuk diperiksa dan kemudian dituduh kalau Melissa sedang mabuk berat saat di toko itu.

Sang ibu, Christine Evans (49) langsung datang ke toko tempat kejadian tersebut, untuk menjelaskan bahwa putrinya bukanlah pencandu alkohol, melainkan mengidap autisme. Tapi sayang, polisi enggan mendengarkan keterangan dari sang ibu, dan bersikukuh membawa Melissa untuk diproses hukum.

Gadis malang ini diperiksa dengan menggunakan tes DNA dan sidik jari. Dokter kepolisian pun sebenarnya sudah menyatakan bahwa Melissa tidak berada di bawah pengaruh minuman keras. Tapi polisi malah terus memprosesnya hingga ke pengadilan.

Selama 10 jam Melissa sempat mendekam dalam penjara. Parahnya lagi, jaksa penuntut benar-benar membawa kasus Melissa ini ke pengadilan dengan dakwaan tidak terkendali akibat mabuk berat.

Akibatnya, Melissa yang merasa depresi ini sempat mencoba bunuh diri saat 8 bulan menunggu masa vonis hukumannya.

Baru pada pekan lalu, jaksa penuntut akhirnya menyadari ada yang salah dengan tuduhan yang dilayangkan kepada gadis autis ini. Akhirnya, kasus Melissa pun ditutup.

(yk)

Daily Mail

Comment di sini