2 Alasan BlackBerry 10 Tak Dapat Selamatkan RIM

by
January 29th, 2013 at 3:54 pm

CiriCara.comHadirnya BlackBerry 10 sangat dinanti-nantikan oleh seluruh masyarakat dunia, khususnya para pengguna smartphone.

BlackBerry 10 dan RIM

BlackBerry adalah jenis smartphone besutan RIM (Research In Motion) yang pertama kali menghebohkan pasar gadget dunia dengan berbagai kecanggihannya dan fitur BBM yang hanya dimiliki oleh smartphone BlackBerry.

Kiprahnya sempat meredup di pasar gadget internasional karena persaingan yang sangat ketat dengan para rivalnya yang muncul dengan inovasi dan terobosan yang lebih dapat memikat hati para penggila smartphone.

Tapi tahun 2013 ini, diramalkan akan menjadi tahun kebangkitan kembali bagi RIM, vendor smartphone ternama asal Kanada itu. Benarkah demikian?

Kehebohan peluncuran smartphone BlackBerry 10 dan OS (Operating System) BB 10 yang baru ini, dinilai mampu menyelamatkan kiprah RIM sebagai produsen smartphone bergengsi.

Namun, Forbes.com menampik penilaian tersebut dengan menyebutkan 2 alasan mengapa BlackBerry 10 tidak dapat menyelamatkan kiprah RIM sebagai perusahaan penyedia smartphone. Berikut penjabarannya:

1. Fenomena BYOD

BYOD itu sendiri merupakan singkatan dari “Bring Your Own Device”. Ini adalah istilah yang digunakan untuk sebuah situasi kantor yang memperbolehkan para pekerjanya membawa barang-barang pribadinya, seperti laptop, ponsel, komputer dan sebagainya, untuk mengakses informasi-informasi dan aplikasi penting milik perusahaan. Hal ini malah menimbulkan peluang bagi para pekerjanya untuk tidak menggunakan BlackBerry smartphone, melainkan memilih smartphone pesaing yang memang dirasa lebih canggih. Fenomena BYOD ini menjadi masalah yang tak kunjung terselesaikan di RIM.

Kelangsungan RIM dari peluncuran BB 10

2. Perjuangan untuk menarik konsumen utama

Dengan masalah di nomor 1 yang mengakibatkan para pekerjanya lebih memilih memakai smartphone lain seperti iPhone, dan Android, ketimbang memakai ponsel buatan perusahaannya sendiri, BlackBerry mengalami kesulitan untuk mencari konsumen utama. Nyatanya, di pasar smartphone Amerika Serikat hanya 1,1% angka pengguna BlackBerry, menurut data statistik terakhir dari Kantarorldpanel.com. Sehingga, masalah sasaran pasar dan lingkup sasaran konsumen utama pun menjadi sulit untuk diatasi.

Kedua masalah utama itulah yang membuat RIM tidak dapat terselamatkan hanya dengan peluncuran BlackBerry 10.

Forbes sendiri telah mencatat bahwa 2 tahun terakhir ini, harga saham perusahaan asal Kanada ini turun hingga 73% seiring dengan pangsa pasar yang menurun drastis.

Memang secara keseluruhan tercatat bahwa pengguna BlackBerry masih mencapai 80 juta orang di seluruh dunia, tapi tidak dipungkiri juga bahwa sebagian dari pengguna BlackBerry itu, ada yang sudah “upgrade” dengan membeli smartphone lain dari vendor yang lain pula.

Dilansir dari Ovum.com, Jan Dawson selaku ketua pengamat telekomunikasi dari Ovum.com mengatakan bahwa BlackBerry 10 hanya akan memberikan bantuan keuangan yang cukup bagi RIM, tapi itupun hanya dalam jangka waktu yang singkat.

Jan juga menambahkan bahwa perusahaan ponsel ini akan mengalami kesulitan untuk menjangkau pasar konsumen yang lebih luas lagi. Diperkirakan, RIM hanya akan mampu bertahan untuk bekerja keras memenuhi kebutuhan para pengguna setianya saja.

Apakah benar nasib RIM akan seperti itu, atau mampukah BlackBerry 10 memberikan gebrakan yang sesungguhnya untuk bersaing dengan Android dan iPhone? (yk)

Forbes

Comment di sini