CiriCara: Cara Menghadapi Emosi Anak

by
January 30th, 2013 at 4:15 pm

menghadapi emosi si anakCiriCara.com – Saat usia si anak bertambah, orangtua seringkali merasa kerepotan mengatasi kenakalannya. Beberapa anak kerap kali marah dan bersikap buruk untuk menunjukkan kalau mereka sudah besar dan tak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi. Anak-anak yang memiliki emosi tinggi biasanya mereka akan berteriak, menangis berlebihan, dan menyakiti dirinya sendiri.

Perilaku yang ditunjukkan itu cukup memancing emosi para orangtu juga. Jika si anak sudah bersikap seperti itu, maka Anda sebagai orangtua harus bisa menasihatinya dengan cara yang benar. Jangan sampai salah menasihati atau menghadapi si anak jika sudah menunjukkan sikap seperti itu karena malah akan membuatnya jadi bertambah emosi.

Bagi Anda yang memiliki anak dengan sikap seperti itu, sebaiknya segera dinginkanlah emosinya. Dilansir Timesofindia.Indiatimes.com, inilah cara menghadapi emosi anak:

1. Tetap pada aturan dasar

Sangat penting bagi orangtua untuk menetapkan aturan dsar pada anak. Misalnya, menetapkan hal-hal yang tak boleh dan boleh dilakukan si anak. Selain itu, pastikan juga Anda memiliki dasar dan alasan baik ketika menetapkan peraturan tersebut. Jangan membuat aturan untuk menunjukkan bahwa Anda berkuasa. Dengan begitu, si anak akan mengetahui kalau dirinya bersalah dan pantas untuk dihukum.

anak emosi

2. Jangan ikut memarahinya

Bersikap kasar pada si anak saat emosinya sedang naik tak akan memberikan manfaat sama sekali. Untuk itu, jangan ikut memarahinya dan main fisik pada anak, seperti berteriak, memukul, atau mengejeknya. Hal tersebut akan membuat emosi anak semakin jadi. Selain itu, jangan juga Anda merespons tindakan buruk yang dilakukan si anak karena hal tersebut akan digunakan anak untuk mencari perhatian di lain waktu.

3. Bertahan dan tegas

Sebagai orangtua, jangan terlalu memanjakan si anak dengan menuruti semua permintaannya. Anda hanya boleh memenuhi kebutuhannya, bukan kemauannya. Dalam hal ini Anda haus tegas agar si anak bisa hidup mandiri nantinya. Selain itu, dengan menunjukkan sikap tegas juga bisa membuat emosi anak tidak berlebihan.

4. Menjelaskan situasi

Ketika emosi anak mulai reda dan kondisinya membaik, coba jelaskan kepadanya bahwa apa yang dilakukannya itu tidak baik. Selain menjelaskan, Anda juga harus mendengarkan apa  yang dikatakan anak. Dengan begitu, Anda juga jadi mengerti apa yang sebenarnya diinginkan si anak.

Itulah cara mengatasi anak yang suka marah dan mengamuk. Perlu Anda ingat agar tidak balik memarahi anak saat dirinya sedang emosi. Hal tersebut akan membuat si anak semakin memberontak dan berperilaku kasar. Untuk itu, hadapilah si anak dengan hati yang sabar. (NR)

Comment di sini