Kekurangan Ranjang, Pasien Gawat Darurat Harus Menunggu 5 Jam di Ambulans

by
January 31st, 2013 at 3:47 pm

CiriCara.com – Ada sebuah departemen persatuan khusus untuk panggilan darurat bagi insiden kecelakaan, ataupun keadaan gawat darurat lainnya, yang disebut Accident and Emergency Department (A&E). A&E ini dapat dihubungi dengan nomor panggil darurat 999 untuk wilayah Britania Raya.

Daily Mail

Daily Mail

Departemen ini harus siaga untuk menyediakan jasa ambulans bagi panggilan darurat untuk membawa korbannya ke rumah sakit. Tapi tidak semua rumah sakit memiliki unit gawat darurat ini.

Parahnya, akhir-akhir ini dikabarkan bahwa A&E kewalahan menangani berbagai panggilan darurat, sehingga banyak korban yang ditelantarkan.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, minggu lalu saja, sudah ada sekitar 4.500 pasien yang menunggu di dalam ambulans selama lebih kurang 5 jam karena A&E kehabisan ranjang pasien untuk penanganan.

Selain itu, tercatat pula sejak awal November lalu, sudah ada lebih dari 68.000 kasus seperti ini yang terjadi.

Misalnya saja kasus 2 bulan lalu, seorang pasien yang dibawa ke unit gawat darurat dengan menggunakan Great Western Ambulance Trust dibuat menunggu selama 5 jam 42 menit di depan pintu masuk rumah sakit.

unit gawat darurat menelantarkan pasiennya

Sedangkan peraturan wilayah menyebutkan bahwa rumah sakit harus memastikan setidaknya 95% pasien tidak menunggu hingga 4 jam di unit gawat darurat sebelum mereka dipindahkan ke ruang rawat.

Kasus ini seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah mengingat para pasien itu menunggu di luar rumah sakit dengan risiko tinggi.

Hal yang tidak kalah mengkhawatirkannya adalah seorang pasien hampir tewas pada musim dingin lalu, hanya karena tidak adanya ambulans yang tersedia untuk membawa pasien gawat itu, ungkap seorang paramedis seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.

Kasus mengkhawatirkan seperti ini memicu perhatian khusus dari Menteri Kesehatan Inggris, Andy Burnham. Baginya, masalah seperti itu mengingatkannya kembali pada masa 1990-an, di saat turun-naiknya negara Inggris, di mana ambulans tidak bisa membawa pasien, para pasien mengantri di koridor rumah sakit, dan banyak rumah sakit yang penuh.

Andy pun menambahkan, supaya masa-masa itu tidak benar-benar terulang kembali, pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk memastikan bahwa setiap Unit Gawat Darurat di setiap rumah sakit memiliki staf paramedis yang memadai untuk menangani pasien gawat darurat.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah kamu pernah mengalami keterlambatan penanganan serupa? (yk)

Daily Mail

Comment di sini