Kronologi Penggerebekan Dugaan Penyuapan Impor Daging Sapi

by
January 31st, 2013 at 10:38 am

ciricara.com-lutfhi_hasan_pksJakarta (CiriCara.com)Luthfi Hasan Ishaaq selaku Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ditetapkan sebagai tersangka kasus penerimaan suap impor daging sapi.

Dilansir dari Kompas.com, penetapan Luthfi menjadi tersangka kasus suap impor daging sapi ini berawal dari operasi tangkap tangan terhadap tiga orang pada Selasa, 29 Januari 2013 malam.

Johan Budi selaku juru bicara KPK, memberikan kronologi lengkap mengenai penangkapan tiga orang tersebut seperti dikutip oleh Kompas.com.

KPK awalnya menerima informasi dari masyarakat tentang transaksi suap daging impor yang dilakukan di kantor PT Indoguna Utama, di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Karena mendengar informasi tersebut, KPK lalu mengirim tim untuk membuntuti Ahmad Fatanah yang merupakan orang terdekat Luthfi.

“Kita memperoleh informasi di lapangan, ada serah terima uang di kantor PT IU (Indoguna Utama),” kata Johan seperti dikutip oleh Kompas.com.

Menurut keterangan, Ahmad menuju ke kantor PT Indoguna Utama. Ia lalu bertemu dengan Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi yang merupakan direktur perusahaan pengimpor makanan itu.

Dari kantor PT Indoguna Utama, Ahmad lalu meluncur ke Hotel Le Meridien, Jakarta untuk bertemu dengan seseorang.

Juard dan Arya Abdi Effendi juga tampak meninggalkan kantor PT IU. Penyidik KPK yang membuntuti Ahmad lalu menggerebek Ahmad di Hotel Le Meridien, Jakarta sekitar pukul 20.20 WIB.

Menurut Johan, Ahmad terlihat keluar hotel bersama dengan seorang gadis muda bernama Maharani.

Kemunculan Maharani ini masih diperiksa oleh KPK. Walau ia tidak ditetapkan sebagai seorang tersangka, namun Maharani tetap dibawa ke Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, untuk diperiksa.

KPK juga menyita barang bukti berupa uang Rp 1 miliar yang dibungkus dalam kantung plastik dan koper. Selain uang, penyidik juga menyita sejumlah buku tabungan dan berkas.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, KPK menetapkan Ahmad, Arya, dan Juard sebagai tersangka. Sedangkan berdasarkan hasil gelar perkara, ada dua alat bukti yang cukup bisa dipakai untuk menjerat Luthfi, Presiden PKS.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga menerima suap, Luthfi dan Ahmad dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 1 atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Arya dan Juard dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP selaku pihak yang diduga berperan sebagai pemberi suap. (RN)

Comment di sini