Presiden SBY dan Keluarga Tak Bayar Pajak?

by
January 31st, 2013 at 10:45 am

Presiden SBY dan KeluargaJakarta (CiriCara.com) – Pelaporan pajak tahunan Presiden SBY beserta dua anaknya, Agus Harimurti dan Edhie “Ibas” Baskoro, memunculkan tanda tanya. Dalam Surat Pemberitahuan (SPT) yang bocor ke media, jumlah simpanan kekayaan SBY lebih banyak dibanding penghasilan.

Keaslian dokumen pajak Presiden SBY tersebut dibenarkan oleh sejumlah sumber yang bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Data dalam dokumen itu merupakan pelaporan pajak SBY dalam SPT tahun 2011.

Dalam SPT 2011 yang dimasukkan pada kuartal pertama tahun 2012, sejumlah kejanggalan terlihat. SBY mendapat penghasilan Rp 1,37 miliar selama satu tahun menjabat sebagai presiden dan mendapat tambahan Rp 107 juta dari sejumlah royalti.

Anehnya, pada tahun yang sama 2011, Presiden SBY diketahui membuka sejumlah rekening bank dengan total nilai mencapai Rp 4,98 miliar dan 589.188 dollar AS atau sekitar Rp 5,7 miliar (kurs Rp 9.600 per dollar AS). Dari mana kekayaan tersebut berasal?

Saat ditanya mengenai bocornya dokumen SPT Presiden SBY dan keluarga, pihak Istana meminta Ditjen Pajak untuk menjelaskannya. Menurut juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, dokumen tersebut bukan tanggung jawab Istana.

“Yang paling berwenang dan pantas menjelaskan (adalah) Ditjen Pajak,” kata Julian kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (30/1/2013) kemarin.

The Jakarta Post

The Jakarta Post

Julian membantah tudingan bahwa Presiden SBY tidak membayar pajak. Menurutnya, Presiden SBY dan keluarganya selalu membayar pajak dan tidak pernah menunggaknya. “Secara transparan selalu menyerahkan SPT tahunan, tiap tahun dilaporkan,” ujarnya.

Julian juga meminta agar pihak media tidak membesar-besarkan isu Presiden SBY tidak bayar pajak. Menurutnya, isu berita tersebut tidak benar. “Enggak usah diberitakan secara khusus,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan bahwa berita Presiden SBY tidak bayar pajak itu hanya untuk cari sensasi saja. Menurutnya, berita tersebut digunakan untuk menaikkan pamor media tersebut.

“Mau naikkan oplah saja. Secara jurnalisme, menyedihkan karena tidak cukup cover both side,” pungkasnya.

Sebelumnya, media The Jakarta Post mengklaim mendapatkan bocoran dokumen SPT Presiden SBY. Saat dikonfirmasi ke sumber di Ditjen Pajak, dokumen tersebut diklaim asli dan tidak direkayasa.

Benarkah Presiden SBY tidak bayar pajak?

(YG)