Bagaimana Kasus Penyuapan Impor Daging Sapi Bisa Terungkap?

by

Jakarta (CiriCara.com) – Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq resmi ditahan oleh KPK sebagai tersangka utama penerima dana suap impor daging sapi.

Metro TV

Metro TV

Luthfi yang menjabat sebagai presiden PKS ini adalah anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk periode 2009 – 2014. Dilansir dari Kompas.com, di dalam DPR, Luthfi hanya bertugas untuk urusan komunikasi, informasi, keamanan, dan pertahanan.

Sementara itu untuk urusan peternakan dan impor daging menjadi urusan Komisi IV dan Komisi VI. Luthfi diduga terkait dalam kasus ini karena ia telah menjual otoritasnya untuk memenuhi kebijakan impor daging. Sebagai seorang petinggi PKS, tentunya pengaruh Luthfi juga akan lebih kuat.

Sebelumnya, kuota impor daging sapi menjadi kewenangan Kementerian Pertanian dengan Suswono, sebagai Menteri. Tetapi sayangnya, Suswono juga berasal dari PKS.

“Saya lupa istilahnya, semacam menjual otoritas. Tidak harus punya kewenangan, tapi pengaruh saya bisa dipakai untuk memengaruhi. Ini tidak menduga-duga, kami sudah punya bukti seperti itu,” kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di Jakarta, Kamis 31 Januari, 2013 seperti dikutip oleh Kompas.com.

Bagaimana kasus penyuapan ini bisa terungkap dan menyeret nama Luthfi? Inilah jalan cerita penangakapan Luthfi si mantan Presiden PKS yang menerima uang suap impor daging sapi.

Tanggal 29 Januari 2013, KPK mengintai pergerakan Ahmad Fathanah yang merupakan asisten dari Luthfi Hasan Ishaaq, dari kantor PT Indoguna Utama di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur hingga ke Hotel Le Mieridien, Jakarta Pusat.

Kemudian pada pukul 20.20 WIB di hari yang sama, KPK menangkap basah Ahmad yang sedang berada di Hotel Le Meridien dengan membawa uang senilai Rp. 1 miliar serta dua buah buku tabungan Bank Mandiri dan sebuah tas hitam.

KPK lalu menangkap Juard Effendi dan Abdi Arya Effendi di Cakung, Jakarta Timur. Mereka berdua adalah petinggi dari PT Indoguna Utama yang memberi suap kepada Luthfi lewat Ahmad Fathanah.

Kemudian pada tanggal 30 Januari 2013 pukul 20.00 WIB, KPK mengumumkan tiga orang yang tertangkap dan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka. Luthfi lalu dijemput oleh KPK pada malam itu juga.

Metro TV

Metro TV

Luthfi ditangkap oleh KPK tidak hanya berdasarkan tiga orang bukti tangkap tangan yang didapat pada Selasa, 29 Januari 2013. Ditulis oleh Kompas.com, sebelumnya KPK sudah mengumpulkan bukti sebelum operasi berlangsung pada malam tersebut.

Salah satu bukti terkuat adalah pertemuan Luthfi dan Ahmad Fathanah sebelum operasi berlangsung. Menurut informasi, Luthfi dijanjikan uang Rp. 40 miliar yang terhitung dari banyaknya kuota daging dikali Rp. 5.000 per kilo daging.

Sementara uang Rp. 1 miliar yang dibawa oleh Ahmad adalah bagian dari uang muka yang dijanjikan oleh PT. Indoguna Utama kepada Luthfi Hasan.

Sementara itu, setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, Luthfi Hasan sempat membantah dugaan suap tersebut. Menurutnya, tidak ada satupun kader PKS yang menerima uang suap tersebut.

“Kalau (suap) itu sudah barang tentu benar, saya tidak akan menerimanya. Tidak saya, tidak pengurus, tidak kader menerima hal seperti itu,” tegas Luthfi dalam jumpa pers di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu 30 Januari 2013 malam seperti dikutip oleh Kompas.com.

Tapi untuk mengunkap kasus tersebut, KPK juga melakukan penggeledahan di empat lokasi antara lain Kantor Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan; Kantor PT Indoguna di Pondok Bambu, Jakarta Timur; Rumah tersangka Arya Abdi Effendi di kawasan Taman Duren Sawit, Jaktim; dan kediaman tersangka Ahmad Fathanah di Apartemen Margonda Kamar 605, Depok, Jawa Barat.

Dari penggeledahan yang dilakukan, KPK berhasil menyita sejumlah dokumen dan laptop.

Fimadani

Fimadani

Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Luthfi Hasan mundur dari kursi Presiden PKS. Untuk menanggapi kemunduran dirinya ini, PKS melakukan rapat untuk menentukan Presiden baru pengganti Luthfi Hasan yang akan diumumkan pada hari ini, Jumat 1 Februari 2013. (RN)


comments powered by Disqus