MUI: Istilah “Sapi Berjanggut” Upaya Sudutkan Islam

by
February 4th, 2013 at 11:57 am

Ketua MUI AmidhanJakarta (CiriCara.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai penggunaan istilah “Sapi Berjanggut” adalah upaya untuk menyudutkan agama Islam. Pasalnya, berjanggut merupakan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Menurut Ketua MUI Amidhan, istilah yang digunakan untuk kasus korupsi daging sapi impor di PKS itu merupakan hinaan yang menyakitkan untuk umat Islam. Menurutnya, klaim sebagai partai Islam oleh PKS hanya membuat publik tak menghargai Islam.

“Tindakan (PKS) itu dianggap mereka perbuatan ‘munafik’. Karena itu membawa bendera Islam. Tentu sinisme dengan kata-kata (sapi berjanggut) itu yang menyakitkan,” tutur Amidhan.

Meskipun demikian, Amidhan percaya bahwa umat Islam akan tetap kuat. Menurutnya, hinaan semacam itu merupakan ujian yang bisa membuat Islam semakin kuat dan berkembang.

“Begitu jauh musuh-musuh Islam menyudutkan agama Islam, dan berbagai bentuk strategi menyakitkan umat Islam, tapi Islam ternyata terus berkembang,” ujar Amidhan, seperti dikutip dari Inilah.com, Senin (4/2/2013).

Foto: Tempo.co

Foto: Tempo.co

Sebelumnya, sebuah media cetak telah merilis sebuah majalah dengan judul “suap sapi berjanggut”. Dalam berita tersebut diberitakan kasus mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq yang jadi tersangka kasus suap daging sapi impor.

Berita kasus suap impor daging sapi di kubu PKS itu memang sangat menghebohkan. Apalagi, sebelumnya PKS mengklaim pihaknya merupakan partai Islam yang bersih. Ditambah, kurir suap bernama Ahmad Fathanah ditangkap KPK saat bersama dengan mahasiswi cantik.

Istilah “Sapi Berjanggut” atau “Sapi Berjenggot” pun mulai ditulis berbagai media di judul beritanya. Padahal, menurut MUI hal tersebut sudah menyakiti umat Islam.

(YG)

Comment di sini