Kasus Suap Impor Daging, Keluarga: Maharani Hanya Dijebak

by

Jakarta (CiriCara.com)Maharani Suciyono, mahasiswi yang ikut digerebek oleh KPK di Hotel Le Meridien pada hari Selasa, 29 Januari 2013 lalu sempat membuat keluarganya syok

Pasalnya keluarga Maharani sangat percaya bahwa mahasiswi semester satu dari Universitas Moestopo itu sama sekali tidak berhubungan dengan Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS dan Ahmad Fathanah.

Merdeka

Merdeka

Bahkan Paman Rani percaya bahwa keponakannya telah dijebak.

“Keponakan saya kejebak, keponakan saya tidak kenal dengan Luthfi, taunya dikasih nomer telpon dari pelayan kafe nomer Ahmad Fathanah,” ujar Paman Rani, Dadang Juhaedi seperti dikutip Okezone.com, Senin, 4 Februari 2013 malam.

Sejak nama Maharani dikait-kaitkan dengan kasus suap impor daging sapi yang dilakukan oleh Luthfi, keluarga Rani menjadi tertutup.

“Keluarga jadi down karena melihat tayangan di televisi jadi jelek banget deh, dan jadi tertutup,” kata paman Rani lagi.

Untuk menghindari dari kejaran wartawan dan pandangan masyarakat, sementara kediaman Maharani di Jakarta Timur dikosongkan dan sama sekali tidak dihuni.

Dampak psikologis juga dirasakan oleh orang tua Maharani. Menurut Dadang, Ibunda Rani bahkan pingsan karena masih belum siap untuk bertemu dengan wartawan dan memberikan keterangan dalam konferensi pers yang rencananya digelar kemarin, Senin, 4 Februari 2013.

Untuk mengganti konferensi pers yang batal tersebut, Maharani dikabarkan akan menggelar konferensi pers nanti malam, Selasa, 5 Februari 2013.

Nama Maharani tersandung skandal suap impor daging sapi saat KPK berhasil menangkap tangan tiga orang tersangka skandal suap impor daging sapi pada Selasa pekan lalu.

Tanggal 29 Januari 2013, KPK mengintai pergerakan Ahmad Fathanah yang merupakan asisten dari Luthfi Hasan Ishaaq, dari kantor PT Indoguna Utama di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur hingga ke Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.

Kemudian pada pukul 20.20 WIB di hari yang sama, KPK menangkap basah Ahmad yang sedang berada di Hotel Le Meridien dengan membawa uang senilai Rp. 1 miliar serta dua buah buku tabungan Bank Mandiri dan sebuah tas hitam.

Di hotel itulah, Ahmad Fathanah kedapatan sedang bersama dengan Maharani. Akibatnya, mahasiswi Universitas Moestopo tersebut ikut dibawa dan diperiksa di kantor KPK.

KPK lalu menangkap Juard Effendi dan Abdi Arya Effendi di Cakung, Jakarta Timur. Mereka berdua adalah petinggi dari PT Indoguna Utama yang memberi suap kepada Luthfi lewat Ahmad Fathanah.

Kemudian esoknya, pada tanggal 30 Januari 2013 pukul 20.00 WIB, KPK mengumumkan penetapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka. Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Luthfi lalu digelandang ke kantor KPK. (RN)


comments powered by Disqus