Panen Cathinone, Pemilik Kebun Dapat Rp 15 Juta Per Bulan

by
February 5th, 2013 at 4:11 pm

Jakarta (CiriCara.com)Cathinone adalah sejenis zat adiktif yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan pasca kasus narkoba Raffi Ahmad mencuat di media.

Cathinone banyak terdapat di dalam daun ghat dan memiliki efek yang sama seperti ekstasi saat dikonsumsi oleh pemakainya. Dan yang paling mengejutkan, pohon ghat yang mengandung zat cathinone atau katinona banyak ditanam di daerah Bogor.

Flickr

Flickr

Dilansir dari Detik.com, menurut seorang warga Kampung Tugu Pasir Selatan, ghat sudah ditanam oleh warga tersebut sejak 2005. Dengan menanam ghat tersebut, sang warga bisa mendapat untung sekitar Rp. 15 juta per bulan.

“Tiap kali panen Rp 3,3 juta. Dalam sebulan bisa 4-5 kali panen,” kata Nanang, pembudidaya tanaman ghat di lahan seluas 300 meter persegi di Cisarua, Puncak, Bogor, Selasa 5 Februari 2013 seperti dikutip Detik.com.

Karena kasus Raffi Ahmad tersebut, Nanang dan lahannya seluas 300 meter persegi ikut diperiksa oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Kini, di sekitar lahan tersebut telah dipagari oleh garis polisi.

Tanaman yang ditanam Nanang didapat dari temannya di wilayah Kampung Sampai, Cisarua. Kampung Sampai adalah salah satu daerah di Bogor yang banyak didiami oleh orang-orang Timur Tengah.

Pada tahun 2005 tersebut, Nanang mendapat 5 biji dari temannya yang kemudian ia stek. Untuk membudidayakan tanaman ghat tersebut, Nanang mengaku tidak perlu terlalu merawat dan memberikan obat hama karena ia hanya cukup mencabut rumput-rumputan di antara tanaman asli Afrika tersebut.

Untuk memanen ghat, Nanang hanya mengambil pucuk-pucuknya saja. Sementara untuk menjualnya, Nanang menaruh daun-daun ghat tersebut dalam kresek ukuran kecil yang dihargai Rp 200 ribu sampai ukuran kresek besar 5 kg dengan harga Rp 1,2 juta.

Pangsa pasar yang dipilih oleh Nanang terbilang tak sulit karena ia berprofesi sebagai seorang sopir travel yang melayani orang-orang Timur Tengah. Para pelanggan travel tersebut kebanyakan membeli daun-daun ghat hasil panennya.

Menurut Nanang, orang-orang Timur Tengah sangat menyukai rasa daun ghat yang segar.

“Kata mereka rasanya segar. Mungkin obat kuat. Kalau orang sini nggak ada yang memakai. Kalau nyobain pernah, tapi ya nggak kerasa apa-apa. Dibuat lalap bisa, makan pakai sambel bisa. tapi jarang di sini,” kata Nanang lagi.

Setelah kasus Raffi Ahmad mencuat di media, Nanang baru mengetahu bahwa ghat yang ditanamnya itu mengandung zat katinona yang memang termasuk dalam narkotika Golongan I.

Karena dilarang, Nanang terancam kehilangan penghasilan sampingannya. Kini ia harus mengandalkan pekerjaan utamanya sebagai seorang sopir travel dengan gaji yang tidak menentu. (RN)

Comment di sini