Dikasih Rp 10 Juta, Maharani Mengaku Tidak Munafik

by
February 6th, 2013 at 9:09 am

Jakarta (CiriCara.com)Maharani Suciyono, mahasiswi Universitas Moestopo berumur 19 tahun yang kedapatan sedang bersama dengan Ahmad Fathanah, asisten Luthfi Hasan Isshaaq akhirnya memberi pernyataan kepada wartawan pada Selasa, 5 Februari 2013 malam.

Detik

Detik

Dalam konferensi pers semalam, Maharani menyatakan bahwa uang sebesar Rp. 10 juta tersebut sudah disita oleh KPK. Kenapa Maharani mau menerima uang tersebut? Menurutnya ia tidak mau terlalu munafik saat disodori uang sebanyak itu.

“Nggak munafiklah. Siapa sih enggak mau dikasih uang,” ujar Maharany di Hotel Nalendra, Jalan Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa 5 Februari 2013 seperti dikutip Detik.com.

Rani juga mengisahkan kenapa dirinya mau bertemu dengan Ahmad Fathanah, menurut pengakuannya ia tidak mau dikatakan sebagai seorang yang sombong karena menolak diajak berkenalan.

“Ya saya berpikir positif saja. Dia mau berkenalan, masak berkenalan saja nggak boleh,” sanggahnya.

Dalam acara konferensi pers tersebut, Maharani juga berterima kasih kepada pihak kampus Universitas Moestopo karena telah memberi dukungan moral selama namanya menjadi sorotan dan pemberitaan media massa.

“Saya amat bersyukur kampus memberi dukungan moral yang diwakili Bapak Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Usman Ismail,” kata mahasiswi itu lagi.

Maharani disorot oleh media karena ia sedang bersama dengan Ahmad Fathanah, asisten Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan yang tersangkut skandal suap impor daging sapi, Selasa, 29 Januari 2013.

Tanggal 29 Januari 2013, KPK mengintai pergerakan Ahmad Fathanah yang merupakan asisten dari Luthfi Hasan Ishaaq, dari kantor PT Indoguna Utama di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur hingga ke Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.

Kemudian pada pukul 20.20 WIB di hari yang sama, KPK menangkap basah Ahmad yang sedang berada di Hotel Le Meridien dengan membawa uang senilai Rp. 1 miliar serta dua buah buku tabungan Bank Mandiri dan sebuah tas hitam. Di hotel itulah, Ahmad Fathanah kedapatan sedang bersama dengan Maharani.

Akibatnya, mahasiswi Universitas Moestopo tersebut ikut dibawa dan diperiksa di kantor KPK. KPK lalu menangkap Juard Effendi dan Abdi Arya Effendi di Cakung, Jakarta Timur. Mereka berdua adalah petinggi dari PT Indoguna Utama yang memberi suap kepada Luthfi lewat Ahmad Fathanah.

Kemudian esoknya, pada tanggal 30 Januari 2013 pukul 20.00 WIB, KPK mengumumkan penetapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka. Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Luthfi lalu digelandang ke kantor KPK.

Luthfi pun segera mengundurkan diri dari kursi Presiden PKS dan anggota DPR setelah ditetapkan KPK menjadi tersangka skandal suap impor daging. (RN)

Comment di sini