Jadi, Maharani dan Ahmad Fathanah Digerebek di Kafe atau Kamar?

by
February 6th, 2013 at 11:54 am

Jakarta (CiriCara.com) – Drama pengungkapan kasus suap impor daging sapi pekan lalu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya kasus ini menyeret Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka utama kasus penyuapan tersebut.

Kasus ini terungkap pada Selasa, 29 Januari 2013 malam lalu. Saat itu KPK mengintai pergerakan Ahmad Fathanah yang merupakan asisten dari Luthfi Hasan Ishaaq, dari kantor PT Indoguna Utama di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur hingga ke Hotel Le Mieridien, Jakarta Pusat.

Kemudian pada pukul 20.20 WIB di hari yang sama, KPK menangkap basah Ahmad yang sedang berada di Hotel Le Meridien dengan membawa uang senilai Rp. 1 miliar serta dua buah buku tabungan Bank Mandiri dan sebuah tas hitam.

KPK lalu menangkap Juard Effendi dan Abdi Arya Effendi di Cakung, Jakarta Timur. Mereka berdua adalah petinggi dari PT Indoguna Utama yang memberi suap kepada Luthfi lewat Ahmad Fathanah.

RMOL

RMOL

Saat Ahmad Fathanah ditangkap, ia sedang berada di Hotel Le Meridien bersama seorang wanita muda yang akhirnya diketahui bernama Maharani Suciyono.

Maharani adalah seorang mahasiswi semester satu jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Moestopo. Kemunculan Maharani dalam penangkapan Ahmad Fathanah tentu menimbulkan banyak spekulasi.

Ada beberapa pihak yang menuding bawa Maharani adalah ‘bagian’ dari gratifikasi seksual dan digerebek saat berada di kamar bersama dengan Ahmad Fathanah.

Namun saat memberi keterangan kepada para wartawan kemarin di Hotel Nalendra, Rani, sapaan akrab Maharani, dengan tegas mengatakan bahwa ia sedang tidak berada di kamar dengan Ahmad Fathanah saat penggerebekan.

“Tidak (ditangkap di kamar)! Saya waktu diamankan oleh penyidik KPK saat keluar dari cafe yang berada di Lobby hotel Le Meridien, dan bukan di dalam kamar,” ujar Rani seperti dikutip oleh Kabarcepat.com.

Tetapi pernyataan Maharani tersebut disangsikan oleh sejumlah staf Hotel Le Meridien. Para staf itu melihat langsung penggerebekan berada di kamar.

“Saya lihat mereka turun dari tempat parkir Basement 1 ke Basement 2 jalan kaki,” kata Din, seorang satpam Le Meridien, pada Selasa, 5 Februari 2013 kepada Tempo.co.

Din mengisahkan bahwa di hari penangkapan, ia melihat para anggota KPK menaiki mobil dan meninggalkan tempat parkir. Menurut salah seorang rekan Din, ia melihat penggerebekan di salah satu kamar sebelum mobil meninggalkan area hotel.

“Saya lihat mereka bawa cewek juga yang ditangkap,” kata Din lagi kepada Tempo.co.

Keterangan Din tersebut diperkuat oleh keterangan salah satu pelayan kafe yang menyatakan bahwa tidak ada penangkapan terjadi di kafe pada Selasa malam, 29 Januari 2013.

“Tidak ada penangkapan di kafe,” kata salah seorang pelayan kafe yang tidak mau diungkap identitasnya.

Di hotel berbintang empat tersebut terdapat dua buah kafe yaitu La Brasserie dan Rendes-Veus serta sebuah klub bernama 30. Semua petugas di kafe-kafe itu memastikan bahwa penangkapan terjadi di salah satu kamar, bukan di kafe.

 ribunnews.com

Tribunnews

Jadi dimana Maharani dan Ahmad Fathanah digerebek KPK, di kafe atau kamar? Kedua keterangan yang berbeda ini masih menjadi pertanyaan publik. Tentu saja, hanya pihak-pihak bersangkutan yang mengetahui jawabannya. (RN)

Comment di sini