Kenapa Maharani Mau Diajak Ahmad Fathanah? Ini Alasannya

by
February 6th, 2013 at 10:36 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kemarin malam, Selasa, 5 Februari 2013, Maharani Suciyono menggelar konferensi pers di Hotel Nalendra, Jakarta.

Dalam konferensi tersebut, Rani, sapaan akrab Maharani didampingi oleh kuasa hukumnya, Wisnu Wardhana dan juga ayahnya Nyok S. Konferensi pers ini merupakan konferensi pers pengganti yang rencananya akan diadakan sehari sebelumnya, Senin, 4 Februari 2013.

Konferensi yang rencananya diadakan pada hari Senin itu batal dilaksanakan karena Ibunda Maharani, Engkun Kurniasih pingsan akibat belum siap menerima kehadiran para wartawan yang meliput anaknya.

Detik Foto

Detik Foto

Dilansir dari Detik.com, saat memberi keterangan dalam konferensi pers tersebut, Maharani datang mengenakan pashmina berwarna jingga yang menutupi sebagian kepala dan kedua sisi bahunya.

Rani memberikan keterangan kepada wartawan bahwa ia sangat terganggu dengan segala tuduhan tak berdasar terkait kasus yang menimpa Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq, lelaki yang ditemuinya pada malam penangkapan Selasa, 29 Januari 2013.

Saat itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pria beristri lima karena telah diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi impor daging sapi yang akhirnya menyeret Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

Lewat konferensi pers tersebut, Maharani menjelaskan bahwa sehari sebelum penahanan, ia dan teman-temannya sedang ‘nongkrong‘ di sebuah kafe di kawasan Senayan City. Saat itu, ia sedang menerima pesan dari Ahmad Fathanah yang akhirnya disampaikan lewat seorang pelayan kafe.

Pesan tersebut berisi nomor telepon Ahmad Fathanah. Karena penasaran, maka Maharani lalu mengontak Ahmad Fathanah lewat pesan pendek atau SMS.

Keesokan harinya, Rani dan Ahmad bertemu di sebuah restoran yang terletak di lantai satu Hotel Le Meridien. Menurut pengakuan Rani, saat itu, Ahmad memberikannya uang Rp. 10 juta.

Dengan uang sebesar itu, Rani mengaku belum mengetahui tujuan pasti Ahmad Fathanah kepada dirinya.

Ketika ditanya tentang alasan kenapa ia mau menanggapi ajakan Ahmad, Rani menjawab bahwa ia hanya berusaha berpikir positif dan menanggapi niat Ahmad dengan baik.

“Saya berpikir positif untuk tidak dibilang sombong, masa orang kenalan tidak boleh,” katanya seperti dikutip oleh sumber yang sama.

Saat pertama kali berkenalan dengan Rani, Ahmad Fathanah mengaku sebagai seorang pengusaha namun sama sekali tidak menyinggung soal partai manapun. Tetapi, Ahmad sempat mengaku telah ikut salah satu partai tanpa menyebutkannya lebih spesifik.

Ketika disinggung tentang uang Rp. 10 juta tersebut, menurut Ahmad itu adalah hadiah pertemuan yang menunjukkan bahwa pengusaha tersebut berniat serius terhadapnya.

Menurut Maharani, mahasiswi Universitas Moestopo itu juga tidak mau terlalu munafik saat disodori uang sebanyak itu. Oleh karena itu, ia mau menerimanya. (RN)