Mengaku Bersalah, Maharani Minta Maaf Kepada Kaum Perempuan

by
February 6th, 2013 at 3:13 pm

Jakarta (CiriCara.com)Mahasiswi Universitas Moestopo, Maharani Suciyono menggelar konferensi pers yang dilaksanakan kemarin, Selasa, 5 Februari 2013 di Hotel Nalendra, Jakarta Timur.

Dalam acara konferensi pers tersebut, Maharani mengungkapkan kebenaran pemberitaan yang selama ini beredar tentang keterlibatan dirinya dalam skandal suap impor daging sapi.

Tempo

Tempo

Selain menjelaskan posisinya saat ia tertangkap tangan sedang bersama dengan Ahmad Fathanah pada Selasa, 29 Januari 2013 lalu, Maharani juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang terkait masalahnya tersebut terutama Ibundanya yang sempat down karena ulah Rani.

“Rani ingin minta maaf karena peristiwa ini telah mengganggu psikologis ibu,” kata Rani terbata-bata saat konferensi pers di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa malam, 5 Februari 2013 seperti dikutip Tempo.co.

Nama Rani mencuat karena ia menerima uang sebesar Rp. 10 juta dari Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien saat sang asisten mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan digerebek penyidik KPK.

Sebelumnya, tanggal 29 Januari 2013, KPK mengintai pergerakan Ahmad Fathanah yang merupakan asisten dari Luthfi Hasan Ishaaq, dari kantor PT Indoguna Utama di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur hingga ke Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.

Kemudian pada pukul 20.20 WIB di hari yang sama, KPK menangkap basah Ahmad yang sedang berada di Hotel Le Meridien dengan membawa uang senilai Rp. 1 miliar serta dua buah buku tabungan Bank Mandiri dan sebuah tas hitam. Di hotel itulah, Ahmad Fathanah kedapatan sedang bersama dengan Maharani.

Akibatnya, mahasiswi Universitas Moestopo tersebut ikut dibawa dan diperiksa di kantor KPK. KPK lalu menangkap Juard Effendi dan Abdi Arya Effendi di Cakung, Jakarta Timur. Mereka berdua adalah petinggi dari PT Indoguna Utama yang memberi suap kepada Luthfi lewat Ahmad Fathanah.

Kemudian esoknya, pada tanggal 30 Januari 2013 pukul 20.00 WIB, KPK mengumumkan penetapan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka. Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Luthfi lalu digelandang ke kantor KPK.

Selain meminta maaf kepada Ibunda tercinta, Maharani juga meminta maaf kepada kampusnya, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) karena telah mencemarkan nama baik kampusnya.

“Ingin minta maaf juga pada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum perempuan, jika sudah berfikir negatif karena kasus ini,” katanya lagi seperti dikutip oleh sumber yang sama.

Sang Ibunda pun turut meminta maaf, lewat tulisan di selembar kertas:

Kami semua atas nama keluarga Maharani, instansi pendidikan, maupun SDN 12 Batu Ampar, meminta maaf kepada ketua RT/RW, kelurahan, dan kepada seluruh masyarakat atas kejadian ini,” begitu bunyi tulisan ibu Rani yang kemudian dibacakan oleh kuasa hukum Rani, Wisnu Wardhana.

Setelah sempat dibawa dan diperiksa oleh KPK, Maharani dilepaskan karena ia tidak tersangkut kasus suap impor daging sapi. Tetapi walau dinyatakan tidak bersalah, namun nama Maharani terlanjur menjadi konsumsi publik karena keterkaitannya dengan tersangka skandal suap impor daging sapi tersebut. (RN)

Comment di sini