CiriCara: Ciri-ciri Game yang Membuat Kecanduan

by
February 9th, 2013 at 10:33 am

kecanduan video gameCiriCara.com – Game, game, dan game. Setiap tahun game selalu mengalami kemajuan, baik dari segi visual yang semakin nyata maupun permainan yang semakin menarik. Belum lagi munculnya karakter-karakter baru yang langsung menarik perhatian para pecinta game atau bahkan yang bukan pemain game sekalipun.

Dalam hal ini anak-anak menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Perkenalannya dengan dunia game bisa menjadi candu bagi si anak.

Untuk mencari keuntungan, para pembuat dan pengembang game memang sering membuat game yang mengharuskan para pemainnya untuk fokus dan menghabiskan banyak waktu untuk selalu memainkan game tersebut.

Game tersebut biasa disebut game RPG dan mengunakan sistem online, game ini membutuhkan waktu yang lama untuk menaikkan level, mengumpulkan poin, dan tidak jarang memaksa gamers untuk membeli perlengkapan dalam game tersebut dengan uang sungguhan.

Mengasuh anak sambil bermain game

Mengasuh anak sambil bermain game

Game online yang seperti ini memang tidak dianjurkan untuk dimainkan khususnya bagi anak-anak. Untuk itu orang tua harus ikut mengetahui permainan apa yang sedang dimainkan si anak agar bisa mencegahnya, sebelum mulai kecanduan. Berikut ini adalah ciri-ciri game online yang bisa mengakibatkan kecanduan:

1. Game multiplayer online

Game online memang harus selalu diwaspadai bila si anak sudah mulai memainkannya. Game ini secara tidak langsung menuntut pemainnya untuk mengenal pemain lain atau harus memiliki teman untuk menyelesaikan permainan. Hal tersebut yang membuat si anak seperti memiliki kewajiban untuk membantu rekannya dalam game.

2. Beraspek sosial tinggi

Bersosialisasi merupakan hal yang harus dilakukan. Akan tetapi, bagaimana jika sosialisasi tersebut hanya dilakukan di dalam game? Kemampuan game untuk memperkenalkan satu pemain dengan pemain lain menjadi daya tarik yang kuat, terlebih untuk anak yang tidak terlalu aktif di dunia nyata.

3. Skor tertinggi

Usaha untuk mendapatkan skor tertinggi membuat anak harus bermain game setiap hari. Si anak tidak mau skornya berada di bawah teman-temannya dan terus berusaha bermain agar memiliki nilai yang tinggi atau sesuai target. Padahal selalu akan ada target baru di setiap permainannya.

4. Butuh uang sungguhan

Untuk mencapai nilai yang tinggi tentu membutuhkan amunisi yang banyak. Pemain harus memilih antara bermain sepanjang hari dan mengumpulkan poin untuk membeli amunisi tersebut, atau langsung membelinya dengan uang sungguhan di tempat yang memang sudah disediakan perusahaan game tersebut.

Jika sudah masuk ke dunia tersebut, si anak akan mulai merasa gamenya lebih penting dibanding yang lain. Ia akan lebih senang melampiaskan masalahnya pada game dan bercerita dengan teman online-nya sesama pemain game. Hal inilah yang harus diwaspadai orang tua.

Game memang tidak semuanya buruk, beberapa produsen game juga mulai memperkenalkan game-game yang bertipe edukasi untuk anak. Ini bisa mendorong anak untuk tetap belajar, dan tetap mengenal dunia teknologi melalui game yang dimainkan. Tinggal bagaimana orang tua mampu mengatur jadwal si anak agar tetap berimbang. (JS)

Comment di sini