Keluarga Annisa Ragukan Pengakuan Sopir Angkot

by
February 11th, 2013 at 3:26 pm

Jakarta (CiriCara.com)Annisa Azward (20), mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia meninggal dunia beberapa hari setelah ia nekat meloncat dari angkot U10 jurusan Kali Pasir – Sunter.

Annisa meloncat keluar dari angkot di kawasan Jembatan Lima, Jakarta Barat, karena mengira dirinya akan menjadi salah satu korban penculikan angkot yang marak terjadi di Jakarta.

VIVAnews

VIVAnews

Entah siapa yang benar, namun sang sopir angkot yang bernama Jamal (37) bersikeras mengaku bahwa ia tidak bermaksud melakukan tindak kejahatan terhadap Annisa.

Walau sopir angkot mengaku seperti itu, namun keluarga Annisa tida mempercayainya begitu saja.

“Itu sama sekali tak masuk akal, masa mau turun tidak bilang,” kata Rika, sepupu Annisa, Senin, 11 Februari 2013 kepada Detik.com.

Menurut Rika, sebelum meloncat keluar dari angkot, Annisa sempat mengontak tantenya di kawasan Pademangan dan mengatakan bahwa ia salah naik angkot. Tante Annisa lalu menyarankan Annisa turun agar bisa dijemput.

Asep, kerabat dari korban juga mengungkapkan hal serupa. Menurut Asep ada sesuatu yang sangat mencurigakan sehingga Anissa nekat melompat keluar dari angkot tersebut.

“Dia ini sudah mahasiswa, nggak mungkin dia meloncat tiba-tiba kalau tidak ada yang mencurigakan,” kata Asep kepada sumber yang sama.

Sekarang polisi telah menetapkan Jamal sebagai tersangka dengan tuduhan kelalaian saat membawa angkot umum. Karena hal ini, Jamal dijerat hukuman akibat kelalaiannya.

Setelah meninggal dunia di RSUD Koja, Jenazah Annisa sudah diterbangkan ke Bukittinggi, Sumatera Barat untuk dimakamkan pada hari Minggu, 10 Februari 2013 kemarin.

Di balik sanggahan keluarga Annisa,  Jamal, sopir angkot mengatakan bahwa ia sama sekali tidak berniat untuk menculik atau bertindak macam-macam terhadap mahasiswi UI tersebut.

Menurut Jamal, awalnya ia menarik angkot dari wilayah Beos dengan penumpang sebanyak 14 orang. Namun saat tiba di Tanah Pasir, semua penumpang turun kecuali Annisa, si korban.

Karena mendapati hanya Annisa yang tersisa, Jamal lalu bertanya tujuan Annisa. “Saya langsung nanya, Mbak mau kemana? Dia jawab mau ke Pademangan, saya jawab aja ni salah jurusan mbak. Terus saya langsung antar korban ketempat semula di Stasiun Beos,” terang Jamal lagi.

Saat itu, Jamal memang mengaku salah karena ia membawa angkot lewat jalur cepat karena trayek yang biasa ia lalui sedang macet. Dan akhirnya, korban loncat keluar dari angkot saat berada di jalan layang Asemka.

Selain Jamal, pihak rumah sakit tempat Annisa pertama kali dirawat juga mendapat getahnya. Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara dilaporkan karena dianggap menolak menangani Annisa yang terkena gegar otak sebab saat itu keluarga Annisa tidak mampu membayar uang administrasi sebesar Rp. 12 juta. (RN)

Comment di sini