Pengakuan Sopir Angkot yang Membawa Annisa, Mahasiswi UI

by
February 11th, 2013 at 12:00 pm

ciricara.com-angkot_merah_jakartaJakarta (CiriCara.com)Tewasnya Annisa Azward (20) mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia (UI) menyeret nama beberapa pihak termasuk rumah sakit dan juga sang sopir angkot sendiri.

Pria yang bernama Jamal bin Jamsuri (37), sopir angkot jurusan Kalipasir – Sunter telah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan kelalaian saat membawa penumpang.

Menanggapi tuduhan percobaan perampokan dan penculikan itu, Jamal membantah keras. Menurutnya ia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menculik Annisa.

“Saya itu sama sekali tidak ada niatan jahat sama korban. Apalagi keinginan menculik korban. Saya juga kaget saat korban lompat di jalan layang pasar Asemka,” ujar Jamal di Kantor Unit Laka Polres Jakarta Barat, Minggu 10 Februari 2013 seperti dikutip Tribunnews.com.

Jamal bercerita bahwa awalnya ia menarik angkot dari wilayah Beos dengan penumpang sebanyak 14 orang. Namun saat tiba di Tanah Pasir, semua penumpang turun kecuali Annisa, si korban.

Karena mendapati hanya Annisa yang tersisa, Jamal lalu bertanya tujuan Annisa.

“Saya langsung nanya, Mbak mau kemana? Dia jawab mau ke Pademangan, saya jawab aja ni salah jurusan mbak. Terus saya langsung antar korban ketempat semula di Stasiun Beos,” terang Jamal lagi.

Saat itu, Jamal memang mengaku salah karena ia membawa angkot lewat jalur cepat karena trayek yang biasa ia lalui sedang macet. Dan akhirnya, korban loncat keluar dari angkot saat berada di jalan layang Asemka.

Mengetahui korban melompat keluar dari angkot dan tak sadarkan diri, Jamal lalu membawa korban ke Rumah Sakit Atmajaya menggunakan bajaj. Ia juga terkejut saat mengetahui bahwa Annisa meninggal pada Minggu, 10 Februari 2013.

Selain nama Jamal, insiden ini juga menyeret nama Rumah Sakit Atmajaya di Pluit karena pihak rumah sakit menolak untuk mengoperasi gumpalan darah di otak Annisa lantaran gadis itu tidak membawa identitas dan membayar uang sebesar Rp. 12 juta.

Karena penolakan RS Atmajaya itu, Annisa lalu dirawat di RSUD Koja, Jakarta Barat dan menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu kemarin, 10 Februari 2013 pukul 03.30 WIB. (RN)

Comment di sini