Farhat Abbas Tawari Rp 500 Juta ke Anton Medan untuk Damai?

by
February 12th, 2013 at 3:31 pm

Jakarta (CiriCara.com)Pengacara yang juga suami dari Nia Daniati, Farhat Abbas dikabarkan telah mendatangi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ramdan Effendi atau Anton Medan dengan cara menawarkan uang damai agar kasus kicauan di Twitter tidak diperpanjang.

Uang yang ditawarkan oleh Farhat Abbas bahkan sampai menyentuh angka Rp. 500 juta. Benarkah Farhat Abbas telah memberi uang begitu banyak dengan harapan agar kasusnya tidak dituntaskan?

Infospesial

Infospesial

“Ada beberapa orang utusan Farhat yang meminta damai, ada uangnya lah waktu itu datang menemui saya. Jumlah uangnya sekitar Rp500 juta,” ungkap Anton Medan di Polda Metro Jaya, Senin, 11 Februari 2013 seperti dikutip oleh Okezone.com.

Menurut Anton Medan, tawaran uang setengah miliar tersebut merupakan upaya Farhat untuk berkelit. Pasalnya Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Ramdan Alamsyah dan Ketua Masyarakat Muslim Tionghoa Indonesia, Yusuf Hamka juga ikut melaporkan Farhat ke polisi.

“Jadi Farhat itu ngira Ramdan dan Yusuf Hamka melaporkannya karena mengikuti saya. Jadi kalau itu perkara tidak saya urus maka mereka (Ramdan dan Yusuf) juga tidak memperpanjang,” kata Anton lagi.

Menurut Anton, kedatangannya di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memang bertujuan dalam rangka memberi proses pencerdasan kepada sejumlah lapisan masyarakat saat mengeluarkan pernyataan di jejaring sosial.

Anton mengatakan bahwa pernyataan yang menyinggung suku dan ras tersebut tidak pantas dikeluarkan oleh seorang pengacara yang harusnya paham empat pilar kebangsaan terutama tentang Bhineka Tunggal Ika.

Anton melaporkan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya dan datang bersama dua orang yang akan dijadikan saksi ke hadapan penyidik Polda Metro Jaya.

Saksi yang dibawa oleh Anton Medan adalah Pak Budiarto alias Asiong dan Haji Abdullah alias Akiep sebagai dua orang pertama yang melihat Twitter Farhat Abbas.

Namun berbeda dengan Anton Medan, Farhat Abbas menyanggah bahwa ia berniat menyogok tokoh Muslim Tionghoa tersebut agar tidak melapor.

“Anton Medan hanya ngaku-ngaku saja itu. Waktu saya menyatakan Ahok China dia langsung melaporkan ke polisi. Kalau ada yang mau menyogok laporin dong,” kata Farhat kepada Okezone.com, Selasa, 12 Februari 2013.

Farhat Abbas mendadak menjadi perbincangan di berbagai media karena pengacara yang satu ini sering ‘berkicau’ di Twitter dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang pengacara.

“Ahok sana sini plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke orang umum katanya ! Dasar Ahok plat aja diributin ! Apapun plat nya tetap Cina!” tulis Farhat Abbas dalam akun Twitternya @farhatabbaslaw beberapa waktu lalu. (RN)

Comment di sini