Obrolan Terakhir Annisa, Mahasiswi UI Sebelum Meninggal

by
February 12th, 2013 at 9:08 am

Jakarta (CiriCara.com)Annisa Azward (20), mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang meloncat dari angkot karena merasa akan diculik pada Rabu, 6 Februari 2013 akhirnya meninggal dunia pada Minggu, 10 Februari 2013 kemarin

Meninggalnya Annisa Azward ini menyeret nama sang sopir angkot, saksi terakhir sebelum Annisa nekat meloncat dari angkot karena merasa terancam.

Media Indonesia

Media Indonesia

Annisa yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara lalu dipindah ke Rumah Sakit Koja. Di tempat yang sama, Annisa menghembuskan nafas terakhirnya karena gegar otak parah.

Beredar kabar bahwa kepindahan Annisa dari RS Atmajaya ke RSUD Koja karena Annisa tidak mempunyai identitas serta membayar biaya administrasi sebesar Rp. 12 juta.

Diberitakan oleh Tempo.co, saat dirawat di RSUD Koja, Annisa yang masih dalam kondisi kritis sempat berbincang-bincang dengan kakak sepupunya, Rika Banda

Menurut Rika, adik sepupunya itu sempat lupa tentang kejadian serta identitas saudara serta beberapa orang temannya.

“Kalau dipaksa mengingat, dia langsung pegang kepalanya sambil bilang ‘Aduh Uni, kok Icha bisa lupa begini ya?’” kata Rika yang menirukan suara Annisa seperti dikutip oleh Tempo.co.

Menurut Rika, saat berada di rumah sakit, Annisa lebih banyak tidur. Annisa baru banggun saat ada temannya yang datang menjenguk. Sayangnya, ingatan Annisa sempat hilang karena penggumpalan darah di kepala bagian depan.

Berdasarkan dugaan sementara yang dikeluarkan oleh polisi, Annisa nekat melompat dari angkot yang ditumpanginya di kawasan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat karena menderita ketakutan (paranoid) akan diculik atau dirampok.

Hal tersebut juga senada dengan keterangan sang sopir, Jamal (37) yang mengaku tidak memiliki niat jahat apapun terhadap Annisa.

Annisa yang semula hendak pergi dari kosnya di Depok menuju tempat kerabatnya di Pademangan, Jakarta Utara memutuskan untuk naik Kereta Rel Listrik (KRL) dan berhenti di Stasiun Beos.

Setelah tiba di Stasiun Beos, Annisa lalu naik angkot U 10 jurusan Kali Pasir – Sunter. Annisa diduga merasa was-was karena trayek yang digunakan oleh si sopir angkot berbeda dari trayek biasanya sementara ia sendirian di dalam angkot.

Akibatnya, Annisa nekat meloncat keluar dari angkot saat kendaraan umum itu sedang melaju dengan cepat hingga akhirnya kepalanya membentur aspal jalanan.

Jamal sang sopir memang mengaku salah karena ia membawa angkot lewat jalur cepat karena trayek yang biasa ia lalui sedang macet namun ia tetap bersikukuh tidak berniat jahat terhadap Annisa. Awalnya, Jamal membawa Annisa ke trayek yang berbeda untuk mengantarkannya kembali ke Stasiun Beos karena Annisa salah naik angkot. (RN)

Comment di sini