Isu Boikot Jokowi-Ahok Beredar di Kalangan Pemprov DKI Jakarta

by
February 14th, 2013 at 11:25 am

Jakarta (CiriCara.com) – Beberapa hari terakhir ini, isu tak sedap menghampiri jajaran pemerintah dan pegawai Provinsi DKI Jakarta.

Rupanya banyak pihak yang merasa tak sejalan dengan cara kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI baru, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Isu beredar bahwa boikot yang dilancarkan oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bukti protes mereka terhadap pemimpin Jakarta Baru.

Merdeka

Merdeka

Diberitakan oleh Kompas.com, kabar boikot ini sempat menjadi perbincangan di kalangan wartawan yang sering mengabarkan berita dari Balai Kota Jakarta. Isu boikot ini semakin menguat setelah Novizal, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta mengundurkan diri mulai 1 Maret 2013 nanti.

Novizal mengundurkan diri dan mengajukan pensiun lewat pernyataan yang dibuatnya sejak 11 Februari 2013 lalu. Pengunduran diri Novizal tersebut merupakan pengunduran diri seorang birokrat dalam birokrasi Pemprov DKI Jakarta untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Namun, berbeda dengan isu yang beredar, seorang pegawai di Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta mengaku sama sekali tidak mengetahui kabar tentang pemboikotan Jokowi dan Ahok.

Pegawai tersebut bahkan sama sekali tidak berniat untuk ikut aksi memboikot Jokowi dan Ahok karena ia tak keberatan mengikuti ritme dua pasangan tersebut.

“Enggak, enggak pernah dengar (rencana boikot). Kita sih enggak keberatan, memang begini cara melayani masyarakat, lebih terbuka, walau kita jadi lebih capek,” kata si pegawai, Rabu 13 Februari 2013 malam, di Balai Kota Jakarta seperti dikutip oleh Kompas.com.

Mendengar kabar boikot tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ikut membantah rumor yang beredar bahwa pegawai dan bawahannya akan melakukan boikot. Basuki atau yang biasa dipanggil Ahok mengatkan bahwa semuanya dalam situasi yang cukup terkendali.

“Enggak benar itu. Enggak ada ancaman boikot,” kata Ahok kepada sumber yang sama.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ery Basworo selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta. Menurutnya, pola kerja dulu dan sekarang tidak jauh berbeda karena semua pegawai akan mengerjakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono juga mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, semua pihak memiliki beban kerja sesuai dengan jabatan yang dipegang.

“Semua juga kerjaannya berat, enggak cuma Pak Novizal, tapi semuanya. Kalau ada kabar tentang boikot, itu enggak benar, enggak ada rencana begitu,” ujar Pristono.

Banyak beredar isu bahwa cara dan ritme kerja Jokowi dan Ahok dinilai sangat jauh berbeda dengan pemimpin Jakarta sebelumnya. Hal ini jugalah yang ditengarai membuat para bawahan kewalahan dan tertekan sehingga mereka memilih untuk melakukan boikot. (RN)

Comment di sini