CiriCara: Cara Menggendong Bayi yang Benar

by
February 19th, 2013 at 4:27 pm

menggendong buah hatiCiriCara.com – Seorang bayi tak boleh diperlakukan seperti anak kecil yang sudah jauh lebih besar. Bayi sangat rapuh, leher dan ototnya belum kuat. Untuk itu, Anda harus berhati-hati merawatnya. Jangan sampai menyakiti si buah hati dan membuatnya tidak nyaman.

Merawat si bayi memang butuh ketelitian dan kesabaran. Misalnya, pada saat si bayi menangis, Anda harus peka apa yang dibutuhkannya. Bayi yang menangis bisa jadi dikarenakan dirinya merasa haus sehingga membutuhkan ASI, merasa kurang nyaman, buang air kecil di celana, dan lain sebagainya.

Sebagai orangtua, Anda harus peka pada si bayi sehingga bisa membuatnya merasa nyaman. Selain memberikan ASI kepada si buah hati, Anda juga harus menggendong si bayi dengan cara yang benar. Menggendong bayi yang benar harus disesuaikan dengan usianya. Bagaimana caranya? Dilansir dari Tabloid Nikita, berikut cara menggendong bayi yang benar:

1. Sejak lahir hingga usia 3 bulan

Sejak bayi dilahirkan hingga usianya menginjak 3 bulan, Anda disarankan untuk menggendongnya dengan benar dan berhati-hati. Bungkukan badan ke arah bayi yang sedang telentang, selipkan satu tangan Anda ke bagian leher untuk menyangga kepala, letakkan tangan di bagian belakang tubuh bayi untuk menopang punggung dan bokongnya. Lalu, letakkan bagian kepala, leher, dan punggung si bayi di lipatan siku tangan kanan atau kiri Anda. Sementara tangan yang satunya untuk menopang bokong dan kakinya ditopang oleh lengan Anda.

menggendong bayi

Selain itu, Anda juga bisa menggendong bayi dalam posisi tegak dengan kepala bayi di atas menghadap ke belakang. Sandarkan dada si bayi ke dada Anda, topang lehernya dengan satu tangan dan tangan lainnya menopang punggung dan bokong. Jika usia si bayi sudah di atas satu bulan, maka Anda bisa memposisikannya setengah duduk. Satu tangan menyangga bokongnya, sementara tangan yang lain memegang dadanya. Pastikan kepala si bayi bersandar di dada untuk membuatnya lebih nyaman.

2. Bayi berusia 3-4 bulan

Pada usia itu, biasanya bayi sangat senang jika digendong dengan posisi menghadap ke depan. Bayi yang pada usia itu sudah mampu duduk di pangkuan dan tidak betah jika dibaringkan. Jika si bayi sudah berusia 4 bulan, maka Anda sudah bisa menggendongnya menghadap ke depan, belakang, atau berhadapan.

3. Bayi berusia 5-6 bulan

Memasuki usia 5 bulan, Anda bisa menggendongnya dengan menggunakan kain gendongan karena tubuhnya semakin berat. Posisi si bayi bisa didudukkan di pinggang, di depan perut dengan posisi berhadapan dengan ditopang salah satu lengan. Cara ini memudahkan Anda untuk melakukan aktivitas lain, seperti memasak, menyapu, dan lain sebagainya.

6. Bayi berusia 6 bulan ke atas

Bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas, tulang dan ototnya semakin kuat sehingga Anda bisa menggendongnya dengan berbagai posisi. Misalnya, didudukkan di depan dada dengan satu tangan menyangga bokong dan tangan lain melingkar di perutnya, posisi duduk dengan tubuh bayi setengah berhadapan dengan tubuh Anda serta kedua tangan menopang bokong dan pinggang si bayi. Selain itu, bisa juga menggunakan alat gendong dengan posisi duduk.

Itulah cara menggendong bayi sesuai dengan usianya. Pada usia delapan bulan, Anda harus tetap menggendong si anak. Namun, jangan terlalu sering. Biarkan dia bereksplorasi di kasur atau lantai. Dengan begitu, si bayi akan bisa merangkak, berdiri, merambat, dan berjalan. (NR)

Comment di sini