CiriCara: Cara Tepat Membedakan Demam Berdarah dan Tifus

by
February 19th, 2013 at 11:13 am

suhu tubuh naikCiriCara.com - Penyakit yang sering muncul pada saat pancaroba yaitu demam berdarah dan tifus. Kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang sama yaitu demam yang cukup tinggi. Terkadang, orang tidak bisa membedakan dari gejala-gejala yang timbul, apakah itu demam berdarah atau tifus.

Padahal, jika salah dalam mendiagnosis dan menangani penyakit tersebut, maka bisa menyebabkan kematian. Agar Anda bisa mengetahui dengan pasti geja-gejala yang dirasa pada sakit, simak perbedaan demam dan tifus berikut ini:

1. Penyebabnya

- Penyebab demam berdarah adalah virus Dengue sehingga penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang bisa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus berpindah ke orang yang sehat dan menyebabkan demam berdarah.

- Penyebab penyakit tifus yaitu bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini akan berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebarannya dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri, seperti lalat atau serangga lainnya. Jika lalat pembawa bakteri ini hinggap di makanan atau minuman, lalu Anda memakan atau meminumnya bisa menyebabkan terkena tifus.

2. Bagian yang diserang

- Virus demam berdarah yang masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan terjadinya pendarahan. Bintik merah pada si penderita menunjukkan adanya pendarahan dalam tubuhnya. Jika semakin parah, maka bisa menyebabkan kematian.

- Sementara bakteri tifus menyerang usus sehingga menyebabkan luka pada usus. Selanjutnya, bakteri akan menyerang hati, limfa. dan kantung empedu.

3. Gejalanya

Meskipun demam bedarah dan tifus memiliki gejala yang hampir mirip, namun Anda harus bisa membedakannya. Berikut gejala demam bedarah dan tifus:

- Gejala demam berdarah, si penderita suhu badannya akan naik hingga mencapai lebih dari 38 derajat Celcius.

- Badan pegal-pegal, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang air atau muntah

- Muncul bintik merah

- Pada hari ketiga, demam si penderita akan turun dan merasa sudah sembuh. Tapi, setelah itu akan kembali demam.

demam berdarah

Sementara bagi si penderita tifus, akan menunjukkan gejala-gejala seperti berikut ini:

- Pada awalnya demam tak begitu tinggi dan akan terus naik hingga mencapai lebih dari 38 derajat Celcius.

- Pada malam hari, suhu tubuh akan meningkat dan akan kembali turun pada pagi harinya.

- Sakit perut, mual, dan muntah

- Lidah berwarna putih

- Denyut nadi melambat

4. Pemeriksaannya

- Pada demam berdarah akan dilakukan pemeriksaan jumlah trombosit. Trombosit yang menurun, biasanya kurang sari 100.000/ul akan didiagnosis mengalami demam berdarah. Jika demam berdarah pada satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit masih normal, maka periksalah ke dokter lagi jika masih demam untuk memeriksa apakah darah mengandung virus dengue atau tidak.

- Pemeriksaan pada tifus akan dilakukan dengan tes widal. Tes ini bisa mengetahui apakah Anda terkena tifus atau tidak. Tes yang dilakukan adalah apakah pada darah mengandung bakteri Salmonella typhi atau tidak. Selain itu, tes juga bisa dilakukan dengan memeriksa tinja. Di tinja penderita tifus akan mengandung bakteri Salmonella typhi.

5. Pengobatan

- Secara medis, belum ditemukan obat khusus untuk mengobati penderita demam berdarah karena belum ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Untuk mengobatinya, sang dokter biasanya akan menjaga agar penderita tidak dehidrasi. Jika pasien mengalami diare atau muntah dan tidak mau makan, maka akan dirawat untuk dibantu dengan infus.

- Pengobatan yang diberikan pada penderita tifus adalah memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Untuk menyembuhkan usus yang luka, si penderita tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan yang keras-keras. Nasi tim atau bubur merupakan makanan yang sangat baik untuk diberikan. Hindari juga untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang pedas dan asam.

6. Cara mencegahnya

- Pada demam berdarah, pencegahan yang bisa Anda lakukan yaitu melakukan gerakan 3M. Tiga M yang dimaksud yaitu menguras bak mandi minumal seminggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas. Cara tersebut dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

- Untuk mencegah terkena tifus, Anda disarankan untuk menjaga lingkungan tetap bersih sehingga bakteri tifus tidak bisa berkembang biak. Selain itu, pilih juga makanan yang sehat dan bersih untuk dikonsumsi.

Itulah perbedaan antara demam berdarah dan tifus. Ketahuilah bahwa kesehatan itu mahal harganya. Untuk itu, Anda disarankan agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Baik itu kebersihan rumah, lingkungan sekitar, hingga kebersihan makanan. (NR)