Soal Bayi Dera, Kak Seto: Rumah Sakit Harus Diberi Sanksi

by
February 19th, 2013 at 3:06 pm

Jakarta (CiriCara.com)Dera, bayi malang yang merupakan anak dari pasangan Eliyas Setia dan Lisa Darwati akhirnya meninggal dunia setelah 10 buah rumah sakit di Jakarta menolak untuk merawatnya.

Detik

Detik

Dera yang terlahir prematur dengan kelainan pada kerongkongannya tersebut sebenarnya membutuhkan alat bantu pernafasan. Namun sayangnya, dari kesepuluh rumah sakit yang didatangi oleh orang tua Dera, tidak ada satupun rumah sakit yang menerimanya.

Alasan yang diberikanpun termasuk klise. Semua rumah sakit mengatakan bahwa kamar untuk merawat pasien sudah penuh.

Awalnya, Dera yang dilahirkan di Rumah Sakit Zahirah, Jakarta Selatan itu harus dirujuk ke rumah sakit lain. Pasalnya, RS Zahirah tidak memiliki inkubator sehingga ia harus berpindah ke tempat lain yang memiliki alat tersebut.

Sayangnya, usaha Ayah Dera tersebut berbuah nihil karena sepuluh rumah sakit swasta dan negeri menolak untuk merawat Dera dengan alasan ruangan sudah penuh.

Tanggapan rumah sakit terhadap Dera ini mengundang perhatian media dan beberapa petinggi. Mantan Ketua Umum Komnas Anak, Seto Mulyadi mengatakan bahwa sudah seharusnya jajaran rumah sakit yang berperilaku seperti itu diberi sanksi yang setimpal.

“Rumah sakit itu harus diberi sanksi,” kata kak Seto Mulyadi, Senin, 18 Februari 2013 seperti dikutip Merdeka.com.

Menurut Kak Seto seharusnya kasus seperti itu mendapat perhatian lebih dari pemerintah sehingga tidak ada bayi dan pasien yang meninggal karena tidak diterima oleh rumah sakit.

Ia juga menuturkan agar Pemprov DKI dan pemerintah pusat juga mengawasi rumah-rumah sakit termasuk rumah sakit swasta. Tindakan tersebut perlu dilakukan agar masyarakat tetap percaya kepada pemerintah. Pemerintah juga diminta untuk berkomitmen untuk membantu warga yang tidak mampu.

Di sisi lain, aktivis yang merupakan anggota DPR RI, Nova Riyanti Yusuf atau Noriyu mengatakan bahwa kasus meninggalnya bayi Dera adalah puncak gunung es karena kurangnya fasilitas kesehatan di Indonesia. Menurut Noriyu, Dera meninggal bukan semata-mata karena kesalahan rumah sakit yang menolaknya.

“Saya melihatnya bukan semata kesalahan RS dalam menolak pasien miskin, karena pada kenyataannya orang yang punya duit pun sering kali ditolak di RS pemerintah karena memang tempat tidurnya penuh. Menkes Nafsiah Mboi pernah sampaikan bahwa pada tahun 2013 kita kekurangan lebih dari 80.000 tempat tidur dan sekitar 1500 dokter umum,” kata Noriyu, Selasa, 19 Februari 2013 seperti dikutip oleh Merdeka.com. (RN)

Comment di sini