Perbedaan Perlakuan Rumah Sakit Terhadap Bayi Dera dan Cucu SBY

by
February 20th, 2013 at 10:23 am

Jakarta (CiriCara.com)Dera, bayi berumur enam hari meninggal dunia setelah tidak mendapat pertolongan dari kesepuluh rumah sakit yang didatangi oleh Eliyas, sang ayah.

Kesepuluh rumah sakit tersebut menolak kedatangan bayi Dera untuk berobat dengan alasan bahwa semua ruangan sedang penuh karena digunakan pasien lainnya.

Republika

Republika

Jika ditilik dari sisi lain, maka perlakuan yang didapat bayi Dera sangat berbeda dengan apa yang diperoleh oleh Airlangga Satriadhi Yudhoyono, cucu dari Presiden SBY.

Saat menderita sakit di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Airlangga mendapat pelayanan khusus di ruang perawatan eksklusif yang tentunya sudah disertai dengan peralatan yang cukup memadai.

“Kondisinya cukup baik. Di samping kita bersyukur oleh karena tenaga ahli yang melakukan itu bedah anak maupun anestesinya, peralatannya di RSCM cukup memadai,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menerangkan kondisi cucu SBY di Istana Negara, Jakarta, Selasa 19 Februari 2013 lalu.

Dera bukan anak dari seorang pejabat dan cucu dari seorang Presiden. Eliyas dan Lisa, kedua orang tua Dera hanya bekerja sebagai pedagang kaki lima.

Namun apakah karena status kedua orang tua Dera tersebut mempengaruhi perlakuan rumah sakit kepadanya?

Nafsiah Mboi selaku Menteri Kesehatan membantah bahwa rumah sakit telah pilih-pilih dalam menangani pasien. Menurutnya tidak ada perlakuan yang berbeda antara Airlangga dan Dera. Nafsiah menegaskan bahwa sudah ada undang-undan yang mewajibkan agar rumah sakit menerima pasien dari golongan manapun.

Menurut Nafsiah, hingga kini RSCM memang masih berada dalam tahap renovasi dan perlengkapan infrastruktur yang masih kurang.

“Selain melengkapi RSCM, kita wajib punya jaringan sehingga tidak bergantung pada satu rumah sakit. Tapi semua RS,” kata Nafsiah Mboi, Senin, 18 Februari 2013 seperti dikutip oleh Merdeka.com.

RSCM memang tidak memiliki banyak inkubator atau NICU sehingga maklum jika rumah sakit mengatakan ruangan sedang penuh ketika kedua orang tua Dera datang membawa serta Dera.

“Dia datang ke sini, posisinya alatnya 10 sudah penuh, sedangkan pasien lainnya sudah ada yang ngantre,” kata Direktur Utama RSCM Akmal Taher ketika dihubungi di Jakarta, Senin 18 Februari 2013.

Menurut Akmal, saat ayah Dera datang, ia sudah berada di urutan terakhir sedangkan antrean sudah mencapai enam orang.

Dera dirujuk ke rumah sakit lain, karena saat lahir di Rumah Sakit Zahira, pihak rumah sakit itu kekurangan alat medis sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk menangani bayi Dera yang menderita kelainan pada kerongkongannya.

Kemudian karena ditolak  di RSCM, ayah Dera menuju ke Rumah Sakit Harapan Kita dan RS Fatmawati dan juga beberapa rumah sakit lainnya tapi hasilnya ia dan bayinya juga ditolak oleh pihak rumah sakit.

Akibatnya, Dera yang tidak segera mendapat pertolongan meninggal dunia pada hari Sabtu, 16 Februari 2013 lalu. (RN)

Comment di sini