CiriCara: Ciri-ciri Anak Hiperaktif

by
February 21st, 2013 at 2:51 pm

anak hiperaktifCiriCara.com – Apakah anak Anda hiperaktif? Seorang anak yang mengalami hiperaktif biasanya akan sangat nakal, sulit diatur, sukar diajari, dan tak bisa diam. Hiperaktif atau yang disebut juga dengan ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) ini merupakan salah satu gangguan psikis atau tingkah laku yang cukup mempengaruhi fisik anak.

Dalam sebuah penelitian didapati bahwa otak anak-anak yang menderita ADHD ternyata memiliki potongan kecil DNA yang terhapus maupun terduplikasi yang dikenal sebagai Copy Number Variants (CNVs). ADHD akan membuat penderitanya impulsif sehingga melakukan sesuatu tanpa berpikir, merasakan kegelisahan yang berlebihan, mudah merasa terganggu, dan biasanya mengalami kesulitan dalam belajar.

Terkadang, orang sulit membedakan antara anak yang memang memiliki kelebihan energi dan anak yang menderita hiperaktif. Untuk bisa membedakannya, berikut ciri-ciri anak hiperaktif yang dicuplik dari berbagai sumber:

1. Menentang

Anak yang mengalami hiperaktif umumnya memiliki sikap menentang atau tak mau dinasihati. Misalnya, penderita akan marah jika dilarang berlari ke sana kemari, coret-coret, atau bertingkah laku nakal lainnya. Selain itu, penolakannya juga ditunjukkan dengan sikap cuek.

2. Tidak fokus

Anak dengan gangguan hiperaktif tidak bisa konsentrasi lebih dari lima menit. si anak tidak memiliki fokus yang jelas dan melakukan sesuatu tanpa tujuan. Misalnya, saat dia sedang bermain bola, lalu ada anak lain yang melintas sambil membawa balon. Lalu, dia akan membuang bolanya dan bermain balon bersama anak lain.

3. Destruktif

anak nakal

Perilaku yang ditunjukkannya bersifat destruktif atau merusak. Misalnya, saat bermain puzzle, anak aktif tentunya akan menyelesaikan permainan itu dengan baik. Sebaliknya, anak hiperaktif malah menghancurkan mainan yang sudah tersusun rapi. Selain itu, si anak juga akan merusak benda-benda yang ada di sekelilingnya.

4. Tak kenal lelah

Anak yang mengalami hiperaktif sepanjang hari akan selalu bergerak ke sana kemari, melompat, berlari, berguling, dan lain sebagainya. Si anak tidak pernah letih dan tentunya membuat orangtuanya tidak sanggup untuk meladeni perilakunya,

5. Tanpa tujuan

Semua aktivitas yang dilakukan tanpa tujuan yang jelas. Misalnya, anak yang aktif tentunya membuka buku untuk dibaca. Namun, anak yang hiperaktif membuka buku untuk disobek, corat-coret, atau dilipat-lipat.

6. Tidak sabaran dan usil

Saat sedang bermain bersama teman-temannya, si anak tidak mau menunggu giliran dan langsung merebutnya. Selain itu, si anak juga seringkali mengusili teman-teman yang bermain dengannya.

7. Impulsif

Si anak akan melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa dipikir terlebih dahulu. Selain itu, si anak juga ingin meraih dan memegang apapun yang ada di depannya. Gangguan perilaku ini biasanya terjadi pada anak yang usianya belum mencapai 7 tahun.

8. Intelektualitasnya rendah

Seringkali anak yang mengalami hiperaktif memiliki intelektualitasnya di bawah rata-rata anak normal. Hal tersebut mungkin dikarenakan secara psikologis mentalnya sudah terganggu sehingga si anak tidak mampu menunjukkan kemampuan kreatifnya.

Itulah ciri-ciri anak hiperaktif. Anak-anak ADHD perlu dibantu secara khusus oleh orangtua, guru, dokter, dan lingkungan bermainnya. Hal tersebut bisa mengkondisikan suasana dan kegiatan yang sesuai untuk mereka. Dengan begitu, si anak hiperaktif akan bisa menyalurkan tingkah laku hiperaktifnya dengan baik. Selain itu untuk mendidiknya, Anda juga harus menerapkan disiplin kepada si anak. (NR)