Ahok Beberkan Jumlah Honor dan Insentif yang Diterimanya

by
February 22nd, 2013 at 3:37 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menerima gaji pokok Rp. 6.914.100 per bulan. Namun walau begitu, jumlah insentif dan honor bisa mencapai angka ratusan juta rupiah. Wah!

Merdeka

Merdeka

Diberitakan oleh Kompas.com, secara transparan, Basuki mengumumkan pendapatannya di situs pribadinya ahok.org. Dalam website pribadinya, Ahok mencantumkan bukti berupa berbagai honor, insentif, dan gaji yang diterimanya.

Salah satu contoh honor yang diterima Ahok adalah saat ia melakukan tugas sebagai Ketua Pelaksanan Komisi Penanggulangan AIDS pada bulan November dan Desember 2012. Saat itu, Ahok menerima masing-masing Rp. 5 juta. Setelah dipotong PPh 21 sebesar 5 persen, ia hanya menerima Rp. 4.816.000.

Ahok juga mendapat honor saat menjadi pembina Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta (LPMJ) yang dibayar per tiga bulan sekali. Pemberian honorarium ini disesuaikan dengan Keputusan Gubernur No 1493 Tahun 2010.

Sebagai pembina, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mendapat masing-masing Rp. 1.000.000 dan dipotong PPh 21 sebesar 15 persen sehingga masing-masing menerima Rp. 850.000.

Dalam laporannya, Ahok juga menyebutkan honor yang diterimanya dari Tunjangan Kegiatan Insentif Koordinasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Insentif Koordinasi Pemungutan PBB periode bulan Oktober, November, dan Desember (Triwulan IV) Tahun 2012.

Tunjangan tersebut diberikan kepada Jokowi dan Ahok dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah dan atas dasar Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 81 Tahun 2009 dan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 86 Tahun 2009.

Sementara itu jumlah yang diterima oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai tunjangan kegiatan dan intensif koordinasi pemungutan PBB adalah sebagai berikut:

- Tunjangan Kegiatan Intensif Koordinasi PBB (Triwulan IV) Rp 180.000.000. Setelah dipotong pajak 15 persen, Basuki menerima Rp 153.000.000

- Insentif Koordinasi Pemungutan PBB (bulan Oktober dan November) Rp 35.000.000. Setelah dipotong pajak 5 persen, Basuki menerima Rp 29.750.000.

- Insentif Koordinasi Pemungutan PBB (Desember) Rp 17.150.000. Jumlah yang diterima setelah dipotong pajak sebesar Rp 14.577.500.

Jumlah honor dan insentif yang diterima oleh Ahok memang tergolong besar, namun tampaknya jumlah itu akan sebanding dengan usaha yang dilakukannya dan Gubernur Jokowi dalam membenahi Jakarta. (RN)

Comment di sini