Bangkai Burung di Dalam Salad Kemasan?

by
February 22nd, 2013 at 10:21 am

Gloucestershire (CiriCara.com) – Pasangan suami-istri, James (30) dan Jasmine Watson (32) yang tinggal di Yate, Gloucestershire, Inggris; terkejut ketika menemukan bangkai burung utuh dalam salad kemasan yang hendak disantapnya untuk makan malam.

Pada 30 Januari 2013 lalu, James memesan salad kemasan, Babyleaf Rocket Salad dengan merek Tesco secara online dari situs Tesco itu sendiri.

SWNS.com

SWNS.com

Beberapa hari kemudian, salad kemasan seharga 1.50 poundsterling (sekitar 22.000 rupiah) itu dikirim ke rumah mereka. Kemudian James membuka bungkus salad itu dan memindahkan sayur-sayuran di dalamnya ke sebuah mangkuk salad, dia juga menambahkan beberapa sayuran lainnya, sementara sang istri sibuk membuat steak.

SWNS.com

SWNS.com

Ketika, mereka menyantap makan malamnya, sontak, James terkejut ketika melihat gumpalan besar pada salad yang ada di piringnya. Gumpalan itu berwarna hitam dengan panjang kira-kira 12 cm.

Setelah bingung beberapa saat, James sadar bahwa yang dilihatnya itu adalah bangkai burung hitam sepanjang 12 cm, yang kemudian diidentifikasi sebagai burung jenis Blackcap.

SWNS.com

SWNS.com

Tidak habis pikir mengapa burung bisa ada di dalam kemasan salad yang dipesannya, James langsung menghubungi pelayanan konsumen Tesco. Karena gagal, dia menghubungi toko Tesco lainnya pada malam itu.

Di hari berikutnya, manajer toko Tesco itu langsung datang ke rumah James dan Jasmine. Sang manajer pun terkejut melihat bangkai burung di dalam salad kemasan itu. Kemudian, sang manajer langsung membuang bangkai burung tersebut beserta dengan saladnya.

Akhirnya, pihak Tesco menawarkan ganti rugi berupa gift card senilai 200 poundsterling (sekitar 3 juta rupiah). Selain itu, pihak Tesco sendiri menyatakan kalau mereka sedang mengusut mengapa kecerobohan tersebut bisa terjadi.

Sama seperti James, kita pun merasa penasaran mengapa bangkai burung bisa masuk dalam kemasan salad tersebut, bukan? Hanya saja pihak Tesco belum membeberkan hasil penyelidikan mereka terhadap kasus kelalaian produksi itu.

(yk)

Daily Mail

Comment di sini