Nasib Anas Urbaningrum Ditentukan Hari Ini?

by
February 22nd, 2013 at 1:41 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Hari ini, Jumat, 22 Februari 2013, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan gelar perkara atau ekspose kasus Hambalang. Kabarnya hal ini berkaitan dengan penentuan nasib Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Kompasiana

Kompasiana

Gelar perkara yang dilakukan hari ini, digunakan untuk menyelidiki apakah aliran dana Hambalang akan ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak. Apabila nanti kasus itu dilanjutkan ke tahap penyidikan, maka akan ada tersangka baru dalam kasus korupsi proyek Hambalang tersebut.

“Mengenai gelar perkara sudah diputuskan, kami berharap ini tidak mundur lagi, akan dilakukan gelar perkara Hambalang pada Jumat besok,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 21 Februari 2013 malam kepada Kompas.com.

Penentuan nasib Anas Urbaningrum pada hari Jumat, 22 Februari 2013 ini seolah memperkuat istilah “Jumat Keramat”. Istilah ini beredar karena KPK banyak menahan dan mengumumkan seseorang yang ditetapkan menjadi tersangka di hari Jumat.

Dalam gelar perkara yang digelar, tim penyelidik akan memaparkan perkembangan penyelidikan aliran dana yang dimulai KPK sejak pertengahan tahun tersebut.

Nama Anas selama ini sering disebut setiap topik aluran dana Hambalang dibahas apalagi setelah draf surat perintah penyelidikan (sprindik) atas nama Anas berkaitan dengan kasus tersebut. Anas disebut-sebut menerima gratifikasi terkait dengan proyek Hambalang.

Menurut KPK, dokumen draf sprindik yang beredar lewat media adalah dokumen asli. Dengan bocornya sprindik tersebut, KPK akan segera membentuk Komite Etik untuk menelusuri pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh para unsur pimpinan KPK hingga draf itu bocor.

Berdasarkan keterangan dari Kompas.com, Anas diduga telah menerima pemberian berupa Toyota Harrier saat ia masih menjadi anggota DPR dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin pada tahun 2009.

KPK sudah mendapat bukti yang berupa cek pembelian mobil mewah sejak tahun 2012. Dari bukti, Nazaruddin diketahui membeli Toyota Harrier di sebuah dealer mobil di Pecenongan, Jakarta Pusat pada bulan September 2009 seharga Rp. 520 juta. Mobil itu diatasnamakan Anas dengan plat B 15 AUD.

Keterangan ini berbeda dengan keterangan dari kuasa hukum Anas. Menurutnya, mobil itu bukan sebuah gratifikasi melainkan mobil seharga Rp. 670 juta yang dibeli dengan cara mencicil.

Pada akhir Agustus 2009, Anas menyerahkan uang sebesar Rp. 200 juta kepada Nazaruddin sebagai uang pembayaran mobil itu dengan saksi Saan Mustopa, Pasha Ismaya Sukardi, Nazaruddin, dan Maimara Tando.

Kemudian pada Februari 2010 Anas membayar cicilan kedua kepada Nazaruddin senilai Rp 75 juta dengan saksi M Rahmad. Lalu, mobil Harrier tersebut dikembalikan kepada Nazaruddin dalam bentuk uang  setelah Anas terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat melalui kongres pada Mei 2010.

KPK juga pernah meminta keterangan Anas namun belum menetapkan status hukum apapun terhadap Ketua Umum Partai Demokrat itu. (RN)

Comment di sini