4 Perusahaan Investasi Emas yang Patut Diwaspadai

by
February 28th, 2013 at 10:23 am

perusahaan investasi emasJakarta (CiriCara.com) – Investasi emas mungkin sangat menggiurkan bagi kebanyakan orang, namun bisnis ini bisa mendatangkan malapetaka bila tidak dijalankan dengan penuh kehati-hatian.

Seperti dilansir Kontan, ada beberapa perusahaan yang patut dipertanyakan kredibilitasnya dalam hal penawaran bisnis investasi emas. Penawaran dengan imbal yang tinggi, dan terkesan tidak masuk akal, menjadi salah satu poin pokok kenapa suatu perusahaan investasi emas harus diwaspadai.

Berikut adalah 4 perusahaan investasi emas yang patut Anda waspadai seperti dikutip dari Fimadani:

1. VGMC (Virgin Gold Mining Corporation)

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) jelas memasukkan perusahaan ini sebagai pialang ilegal. Lewat situs resminya, VGMC menjelaskan bahwa perusahaan yang berjalan dalam bidang pertambangan dan eksplorasi emas ini memiliki kantor pusat di Panama dan memiliki tambang di Afrika. VGMC mengiming-imingi calon nasabah untuk berinvestasi platinum dan emas dengan dividen yang menggiurkan.

Pada awal Februari 2013, Kontan memberitakan para investor melaporkan perusahaan VGMC ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena dugaan kasus penipuan sebab banyak investor mengaku tidak mendapatkan dividen per bulan beberapa bulan setelah berinvestasi.

2. GTIS (Golden Traders Indonesia Syariah)

GTIS menarik perhatian calon nasabah dengan label syariahnya. Perusahaan ini menawarkan dua skema investasi, yaitu dengan jaminan dan titip (tanpa jaminan). Lewat metode jaminan, para calon nasabah wajib berinvestasi emas 100 gram dengan bonus 1,5-2 persen per bulan namun dengan harga jual yang lebih tinggi dari Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) sekitar 20-30 persen. Sedangkan metode titip mewajibkan nasabah untuk menitipkan emas pada GTIS dengan 2 pilihan jangka waktu yaitu 6 dan 9 bulan. Bonus yang dijanjikan adalah sebesar 4,5-5,4 persen per bulan.

Menurut pemberitaan Kontan, bunga dari GTIS sudah tidak mengucur lagi sejak 25 Februari 2013. Sementara itu beredar kabar bahwa pemilik perusahaan yang merupakan warga negara Malaysia, Taufiq Michel Ong, telah pergi ke luar negeri.

3. Raihan Jewellery

Harga emas yang ditawarkan oleh Raihan Jewellery terbilang lebih mahal daripada harga emas dari  Antam. Selisihnya mencapai 20-25 persen. Namun, imbalan yang ditawarkan sangat menarik yaitu bonus sebesar 1,5-2,5 persen per bulan dengan periode kontrak selama 6 bulan untuk kontrak fisik di mana nasabah wajib membeli emas batangan minimal seberat 100 gram. Sedangkan untuk kontrak nonfisik, calon nasabah diiming-imingi bonus 4,5 persen dan 5,4 persen per bulan.

Pada akhir Februari 2013, ribuan nasabah fisik Raihan Jewellery menuntut kejelasan pengembalian dana mereka setelah sebelumnya mereka tidak memperoleh bunga dari investasi mereka. Alih-alih mengembalikan, Raihan Jewellery justru menawari mereka paket investasi baru.

4. PT Trimas Mulia

Lewat skema investasi, PT Trimas Mulia membujuk calon investor untuk berinvestasi emas dengan fee 1-6 persen per bulan. Perusahaan ini juga mencoba menarik calon investor dengan iming-iming pengembalian sebagian dana di awal transaksi baik pembelian ataupun simpan gadai. Harga emas yang ditawarkan PT Trimas Mulia lebih tinggi sekitar 25-30 persen dari emas Antam.

Kontan memberitakan segala laporan tentang dugaan penipuan terkait investasi emas telah diproses oleh OJK namun proses penyelidikan belum bisa dibeberkan ke publik seturut kata kata Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I OJK, Robinson Simbolon.

Untuk mengetahui ciri-ciri emas palsu, simak artikel ini. (hp)

Comment di sini