Marzuki Alie Tekait Penipuan Investasi Emas GTIS?

by
February 28th, 2013 at 3:42 pm

Marzuki AlieJakarta (CiriCara.com) – Kasus penipuan modus investasi emas kembali terjadi. Kali ini giliran investor PT Global Traders Indonesia Syariah (GTIS) yang menjadi korban. Pasalnya, uang dan emas investasi mereka dibawa kabur oleh pemilik PT GTIS, Taufiq Michael Ong.

Michael Ong yang merupakan warga negara Malaysia, telah membawa kabur emas dan uang nasabah senilai Rp 10 triliun. GTIS berhasil menipu investornya karena sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Seperti yang diberitakan Surabayapost.co.id, Kamis (28/2/2013), Ketua DPR Marzuki Alie disebut-sebut memiliki hubungan dengan PT GTIS. Marzuki kabarnya ditunjuk menjadi penasihat dari perusahaan tersebut.

Meskipun demikian, Marzuki membantah memiliki hubungan bisnis dengan GTIS. Dia hanya mengaku kenal dengan pemilik GTIS, Michael Ong yang pernah memintanya untuk menuntunnya masuk agama Islam.

“Dalam bisnis mana ada jabatan penasihat? Sekadar kenal (GTIS) karena niatnya baik mau dakwah. Mohon maaf saya tidak ada hubungan atau kaitan apapun dalam urusan bisnis mereka,” ujar Marzuki, Rabu (27/2/2013) kemarin.

Mengenai fotonya bersama dengan pemilik GTIS, Marzuki mengaku hadir karena diundang. Dia hanya ingin membantu MUI. “Waktu ulang tahunnya, saya diminta hadir. Foto saya bisa dipakai di banyak tempat, karena saya tidak bisa melarang,” ujarnya.

Foto bersama Marzuki Alie, Ketua MUI, dan pemilik PT GTIS

Foto bersama Marzuki Alie, Ketua MUI, dan pemilik PT GTIS

Namun, Marzuki mengaku siap menuntut pihak GTIS karena telah menggunakan fotonya untuk menipu nasabah.

Sementara itu, pihak MUI masih belum memberikan pernyataan terkait rekomendasi mereka yang disalahgunakan GTIS. Ketua MUI Pusat bidang Fatwa, Ma’ruf Amin mengaku sedang berada di Mekkah, Arab Saudi sehingga tidak bisa memberikan penjelasan.

Kebanyakan nasabah GTIS tergiur dengan hasil investasi yang besar. Mereka mengaku berani berinvestasi di GTIS karena sudah mendapat rekomendasi dari MUI. “Masak dia (MUI) mau mempertaruhkan namanya karena kasus seperti ini,” kata salah satu nasabah.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S Soetiono mengaku akan menyelidiki kasus investasi tersebut. Pihaknya masih akan mengecek apakah benar ada penipuan atau tidak. “Saya akan cek dulu,” ujarnya.

(YG)

Comment di sini