Pelaku Teror Bom di Makassar Ternyata Bocah Kelas 6 SD

by
March 1st, 2013 at 8:54 am

ciricara.com-bom_meledakMakassar (CiriCara.com) – Seorang siswa kelas 6 SD dipastikan menjadi otak pelaku peneroran bom di Makassar yang terjadi pada hari Minggu, 17 Februari 2013 lalu.

Bocah 11 tahun denga inisial MAS itu berasal dari Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ia dibawa polisi dari rumahnya, Jalan Sungai Pareman yang berlokasi tidak jauh dari Kantor Polsek Belopa.

MAS diciduk dari rumahnya karena menyebarkan pesan pendek atau SMS bernada teror bom molotov pada Minggu, 17 Februari 2013 ketika Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar menggelar sepeda santai dengan TNI dan masyarakat.

Dilansir dari Tempo.co, Komisaris Anwar Hasan selaku Wakil Kepala Polrestabes Makassar mengaku sangat terkejut karena mengetahui bahwa pelaku penereroran adalah seorang anak di bawah umur. Saat diselidiki oleh tim penyidik Kota Makassar, pelaku didampingi oleh ayah korban, Aziz Usman.

Menurut pemeriksaan, MAS mengirimkan pesan singkat yang berisi teror hanya untuk tujuan iseng dan main-main. MAS melakukan aksinya karena sedang tidak dalam pengawasan orang tua.

MAS mengirimkan empat pesan singkat ke panitia acara sepeda santai bernama Asmawati. Pesan pertama dikirim oleh MAS pada pukul 14.45 WITA. Pesan tersebut berbunyi.

Jangan mengadakan sepeda santai karena anda mati satu persatu

Pesan kedua dikirimkan pada pukul 14.49 WITA, dan berbunyi, “Kita semua akan menerorkan bom botol seperti di gereja Makassar. Ingat ini.”

Lalu pesan ketiga dan keempat dikirim pada pukul 15.00 WITA dan 15.01 WITA. Pada kedua waktu itu, MAS mengirimkan pesan singkat untuk menegaskan ancamannya:

Ingat ini

Pesan-pesan singkat itu dikirim dari nomor 085342622744 sementara nomor penerima adalah 081342458805. MAS ditangkap setelah aparat kepolisian melacak nomor telepon selulernya.

MAS, si bocah iseng itu menyesali perbuatannya. Ia mengaku hanya bermain-main dengan aksinya dan tidak bermaksud meneror penyelenggara acara. MAS mendapat nomor panitia dari sebuah iklan di salah satu media.

Azis Usman, ayah dari MAS mengaku tidak menyangka bahwa sang anak bisa berbuat nekat seperti itu. Anwar mengatakan bahwa ia baru memberikan telepon seluler untuk MAS tiga bulan lalu.

“Handphone biasa merek Cina. Harganya sekitar Rp 300 ribu,” kata Azis kepada sumber yang sama.

Rupanya, tanpa pengawasan orang tua, teknologi bisa disalahgunakan oleh anak-anak. Aksi MAS yang iseng mencoba melakukan peneroran bom itu salah satu contoh perbuatan yang dilakukan bocah iseng yang berada di luar kontrol orang tuanya.

Di luar sana mungkin masih ada banyak anak-anak kecil lainnya yang mempunyai kegemaran serupa karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan teknologi. (RN)

Comment di sini