Kronologi Lengkap Penganiayaan Wartawati TV Hingga Keguguran

by
March 4th, 2013 at 9:19 am

Paser (CiriCara.com) – Wartawati dari Paser TV melaporkan diri ke polisi karena mengaku dikeroyok dan diinjak-injak bagian perutnya hingga mengalami kegururan.

Dilansir dari Detik.com, polisi mengatakan tidak ada insiden penginjakan perut oleh massa terhadap wartawati tersebut. Namun Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus telah mendapat laporan dari Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin terkait insiden tersebut.

Merdeka

Merdeka

Menurut laporan yang diterima, insiden pengeroyokan terhadap wartawati itu diawali oleh sengketa lahan yang akan dilipun oleh Nurmila Sari Wahyuni atau Yuni (23), sang wartawati Paser TV. Yuni berencana meliput berita tersebut bersama dengan rekannya.

Berdasarkan laporan tersebut, diketahui bahwa Yuni adalah anak dari salah satu pihak yang terlibat dalam sengketa lahan tersebut. Untuk memperdalam kasus pengeroyokan wartawati itu, kini polisi sudah memeriksa 6 orang saksi dan memanggil Kades serta beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku.

“Untuk info diinjak-injak tidak benar,” kata Kapolsek Paser Ismahjuddin dalam laporannya kepada Suhardi Aliyus, Senin 4 Maret 2013.

Seemntara itu, inilah kronologi pengeroyokan dan penginjakan wartawati Paser TV pada hari Sabtu, 2 Maret 2013 menurut laporan dari Kapolres Paser kepada Mabes Polri yang dikutip oleh Detik.com:

08.00 WITA

Ada sekitar 40 orang yang mendatangi pondok milik H Nurdin. Pondok itu sedang dibangun dan ada 2 orang pekerja di sana. Pekerja tersebut disuruh pergi oleh massa dan pondok dirubuhkan sedangkan bahan baku kayu (papan) pondok dibakar.

Karena dibakar, para pekerja melapor kepada H Nurdin. Lalu Yuni (putri H Nurdin) yang ditemani oleh Musawir, rekannya, menuju lokasi tersebut pada pukul 09.45 WITA. Yuni mencoba meliput berita namun terjadi pengeroyokan terhadap dirinya.

10.00 WITA

Kanit Intel Polsek Grogot dan 1 anggota Reskrim lalu mendatangi lokasi dan mengamankan Yuni serta membantu mencari barang-barang milik korban yang rusak atau dibuang.

10.30 WITA

Kabag Ops dan Kasat Intel beserta 30 awak pers datang ke lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Yuni mengalami kekerasan dengan cara dijambak.

15.00 WITA

Yuni divisum lalu membuat laporan dan di BAP (Berita Acara Pemeriksaan).

16.30 WITA

Yuni kembali ke rumah dan menurut informasi dari suaminya, Yuni merasakan keluhan pada bagian perut.

19.00 WITA

Yuni kembali diperiksa di rumah sakit dan didiagnosa mengalami keguguran. Hingga sekarang Yuni masih dirawat di rumah sakit.

(RN)

Comment di sini