Pengeroyok Wartawati TV Dijatuhi 5 Tahun Penjara

by
March 5th, 2013 at 11:30 am

ciricara.com-penganiayaan wartawati paser tvPaser (CiriCara.com) – Dua orang tersangka kasus pengeroyokan terhadap wartawati Paser TV, Nurmila Sariwahyuni atau Yuni, sudah ditetapkan oleh Kepolisian Resor Kabupaten Paser.

Kedua orang tersangka itu adalah Sekretaris Desa Padang Parapat, Aliansah dan Kepala Desa Rantau Panjang, Alias atau Ilyas. Sejak kemarin, keduanya sudah ditahan di Polres Paser.

Dilansir dari Tempo.co, Menurut Ajun Komisaris Besar Ismahjuddin, Kapolres Paser, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 tentang pengeroyokan KUHP subsider Pasal 351 (penganiayaan) dan Pasal 335 (perbuatan tidak menyenangkan) dengan ancaman minimal 5 tahun penjara

Selain itu, polisi juga mempertimbangkan menjerat mereka dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Sampai saat ini, polisi masih terus mengembangkan penyidikan atas penganiayaan terhadap Yuni, wartawati Paser TV tersebut. Jumlah tersangka masih bisa bertambah karena kasus masih terus dikembangkan. Hingga saat ini enam orang saksi masih terus menjalani pemeriksaan intensif.

Mengetahui karyawannya mengalami kekerasan seperti itu, Agus Salim selaku pemimpin redaksi Paser TV meminta para pelaku pengeroyokan terhadap Yuni untuk mendapat hukuman setimpal yang bisa membuat mereka jera.

Agus menilai insiden tersebut sudah menciderai kinerjai jurnalis yang dilindungi oleh Undang-undang Pers.

“Kami minta hukum menjerakan pelaku. Kami akan terus memantau dan mendampingi kasus ini,” kata Agus.

Insiden tersebut berawal saat Yuni meliput dan mengambil gambar keributan pembongkaran rumah di lahan sengketa pada Sabtu, 1 Maret 2013.

Yuni yang baru berumur 23 tahun itu bisa mengambil gambar namun tiba-tiba dikeroyok oleh 16 orang yang dipimpin oleh Kepala Desa Rantau Panjang, Alias. Selain dikeroyok, kamera Yuni dirusak dan identitasnya wartawan di dalam tas dibuang.

Karena pengeroyokan itu, Yuni mengalami pendarahan dan keguguran. Kandungannya yang baru berumur dua minggu terpaksa hilang karena perutnya sempat diinjak-injak oleh para penganiayaanya. Hingga hari ini, Yuni masih dirawat di RSUD Panglima Sebaya untuk memulihkan kondisinya. (RN)

Comment di sini