Uang Makan Ajudan Rp 1,5 Miliar, Jokowi Dikritik

by
March 5th, 2013 at 10:32 am

JokowiJakarta (CiriCara.com) – Pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 terdapat alokasi dana yang dianggap berlebihan. Pasalnya, untuk uang makan ajudan dan pengawal Gubernur DKI Jokowi dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencapai Rp 1,5 miliar.

Menurut Direkrut Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Legislatif dan Eksekutif (Majelis) Sugiyanto, anggaran Rp 1,5 miliar untuk uang makan dinilai sangat fantastis. Apalagi sebagian besar pegawai sudah mendapatkan gaji.

Meski tidak mengetahui secara pasti jumlah ajudan yang bekerja untuk Jokowi, Sugiyanto tetap menilai jumlah anggaran tersebut terlalu besar. “Jumlah itu sangat besar karena karyawan yang pegawai negeri sipil (PNS) sudah menerima gaji,” katanya.

Sugiyanto menyarankan agar Jokowi dan Basuki bisa mengalokasikan anggaran secara tepat sasaran. Pasalnya masih banyak program masyarakat yang membutuhkan dana lebih besar untuk proses pelaksanaannya.

“Mengingat masih banyaknya program DKI yang lebih bersentuhan dengan masyarakat,” kata Sugiyanto seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/3/2013).

Rincian APBD DKI 2013 sendiri sudah dipublikasikan melalui website www.jakarta.go.id. Dari informasi itu dapat terlihat bahwa anggaran uang makan (Konsumsi Harian Pegawai Kebutuhan Pimpinan Daerah) lebih besar dibanding anggaran untuk perbaikan gizi balita dan anak Kepulauan Seribu yang hanya mencapai Rp 354 juta.

Berdasarkan hal itu, anggaran Rp 1,5 miliar untuk uang makan ajudan pun dinilai terlalu berlebihan. Apalagi masih banyak program yang lebih membutuhkan banyak dana seperti untuk alokasi program kesehatan dan pendidikan untuk masyarakat DKI Jakarta.

(YG)

Comment di sini