Korban Bullying Berumur 12 Tahun Meninggal

by
March 6th, 2013 at 10:02 am

korban bullyingPhiladelphia (CiriCara.com) – Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang diserang dan dihajar di sekolahnya pada Januari 2013 meninggal dunia walau sempat dirawat di rumah sakit.

Bailey O’Neill koma dan harus dirawat intensif setelah menjadi korban bullying oleh teman-temannya sendiri. Menurut keluarganya, bullying dilakukan oleh dua teman sekelasnya. Ia menderita gegar otak dan patah hidung dalam perkelahian yang dipicu oleh serangan dari kedua temannya tersebut.

Joy Fecanin, nenek Baile, mengungkapkan bocah yang baru berulang tahun ke-12 sehari sebelum meninggal dunia itu sampai harus mendapatkan transfusi darah setelah menderita pneumonia.

Sekolah Darby Township tempat Bailey menuntut ilmu berkabung pada Senin (4/3).

Halaman Facebook yang didedikasikan untuk Bailey memuat pesan:

Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendoakan serta mendukung Bailey dan keluarganya!! Bailey adalah anak tertangguh dan terkuat yang pernah aku kenal. Ia telah lama berjuang keras di pertempuran ini. Tapi tak ada cara untuk memperbaikinya. Aku harap aku bisa mengatakan ia akan membaik, tapi aku tak bisa. Bailey telah pergi bersama Tuhan hari ini ;( Aku sepenuh hati sayang padamu, Jina Risoldi, dan aku akan membantumu melewati ini. Bailey, aku sayang padamu!!! Sudilah terus mendoakan keluarga Bailey.

Kedua penyerang Bailey diskors selama dua hari, namun penyelidik belum mengungkapkan apakah mereka akan ditahan karena tindakan kriminal atau tidak.

“Aku ingin melihat anak-anak ini dihukum,” kata Fecanin. “Ada yang harus dilakukan. Aku tak tahu apa yang membuat mereka begitu lama melakukannya.”

Pengawas Distrik Sekolah Delco bagian tenggara, D. Butz, mengatakan sekolah turut berduka cita atas meninggalnya Bailey. Ia juga mengungkapkan akan disediakan konselor bagi para staf dan murid.

Pengacara Distrik Delaware, Jack Whelan, mengatakan para penyelidik tengah berusaha memastikan luka-luka yang diderita Bailey saat terjadi perkelahian akibat penyerangan yang ia hadapi. Mereka menanyai para murid dan pembantu sekolah yang berada di lokasi kejadian ketika perkelahian terjadi.

“Kami dapat meyakinkan mereka bahwa kami akan melanjutkan penyeledikan,” kata Whelan.

Setelah peristiwa bullying yang dialami Bailey, orangtuanya memutuskan untuk mengeluarkan adik Bailey dari sekolah yang sama karena khawatir ia juga akan menjadi korban bullying di sana.

(hp)

Huffington Post

Comment di sini