Kenali Gejala Radang Selaput Otak pada Anak

by
March 7th, 2013 at 11:39 am

gejala radang selaput otak pada anakCiriCara.comMeningitis atau radang selaput otak merupakan penyakit yang menyerang bagian saraf dan otak. Meningitis bisa menyerang siapa saja, baik yang masih usia muda atau anak-anak hingga orang yang sudah dewasa. Penyakit yang cukup membahayakan ini disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, atau jamur yang menyebar dalam darah ke cairan otak.

Meningitis ini merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti dan dikhawatirkan sebagian besar orangtua. Setiap kali si anak mengeluh sakit kepala dan demam, orangtua selalu berpikir, “Apakah anak saya terkena meningitis? Apakah ada kerusakan di dalam otaknya?”.

Penyakit ini memang cukup membahayakan kesehatan manusia dan sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui gejalanya. Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya dan bisa dipulihkan tanpa pengobatan dan perawatan khusus.

Sementara meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, seperti kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Namun, meningitis yang disebakan oleh jamur jarang sekali terjadi. Biasanya diderita oleh orang yang mengalami kerusakan daya tahan tubuh, seperti pada penderita AIDS.

meningitis pada anak

Gejala meningitis pada bayi

1. Lemah

2 Pendiam (tidak aktif)

3. Gemetaran

4. Muntah

5. Tak mau disusui

Gejala meningitis pada anak berusia di atas 2 tahun

1. Demam

2. Sakit kepala

3. Kaku otot leher selama berjam-jam atau selama 2 hari

4. Photophobia (takut atau menghindari dari sorotan cahaya terang)

5. Phonophobia (takut atau terganggu dengan suara keras)

6. Mual

7. Muntah

8. Adanya ruam merah pada kulit

9. Sering tampak kebingungan

10. Kesulitan untuk bangun tidur

11. Tak sadarkan diri

Kunci mengenali meningitis adalah sakit pada leher dan kekakuan. Jadi, jika anak memiliki sakit leher yang parah dan terasa kaku serta memiliki 4 gejala lain, maka segera hubungi dokter untuk segera diperiksa. Untuk mengetahui seorang pasien menderita meningitis atau tidak harus dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab dari meningitis tersebut sebelum melakukan tindakan pengobatan. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah:

- Pemeriksaan darah (elektrolit, fungsi hati dan ginjal, serta darah lengkap)

- Pemeriksaan X-ray

- Pemeriksaan EEG

- Spinal tap (pengambilan cairan melalui tulang belakang)

Beberapa bentuk meningitis, seperti yang terikat dengan meningokokus, haemophilus influnzae tipe B, pneumococci atau infeksi virus gondok bisa dicegah dengan imunisasi. Ketahuilah bahwa meningitis yang disebakan oleh virus bisa ditularkan melalui batuk, bersin, berciuman, berbagi makanan dengan sendok yang sama, dan pemakaian sikat gigi bersama.

Jika Anda yang mengetahui rekan atau sekeliling mengalami meningitis, maka haruslah berhati-hati. Cucilah tangan dengan bersih sebelum makan dan sesudah ke toilet. Selain itu, jaga kondisi tubuh juga dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan berolahraga yang teratur agar dihindarkan dari berbagai penyakit. (NR)

Comment di sini