Tertawa Terlalu Keras di Rumah Sendiri, Pria Ini Terancam Dipenjara

by
March 7th, 2013 at 11:33 am

Long Island (CiriCara.com)Rumahku adalah istanaku, tentu istilah itu sudah tidak asing lagi di telinga. Rumah adalah tempat paling pribadi bagi setiap individu, di mana semua orang dapat melakukan hal apapun di dalam rumahnya karena si pemilik rumah memiliki kebebasan penuh di dalam rumahnya sendiri.

Tetapi, jangan lupa bahwa di lingkungan rumah pun, individu itu masih hidup bertetangga. Jadi tidak mungkin rasanya kalau hanya mementingkan diri sendiri.

Huffington Post

Huffington Post

Konflik antar tetangga dialami oleh pria berusia 42 tahun ini. Dia adalah Robert Schiavelli, pria yang tinggal di Long Island, New York, AS bersama ibunya.

Robert dikabarkan mendapat surat panggilan dari pengadilan setempat terkait suara tawanya yang terlalu keras di rumahnya sendiri.

Menanggapi kasus tersebut, pengacara Robert, Andrew Campanelli mengatakan bahwa surat panggilan pengadilan yang didasarkan atas tuduhan tertawa terlalu keras di rumah sendiri itu, dinilai sangat aneh dan tidak wajar.

Ini adalah kasus unik yang baru pernah kita dengar. Bagaimana mungkin seseorang dituntut hanya karena tertawa kencang di rumahnya?

Pengadilan

Dikutip dari laporan Huffington Post, Robert memang menderita kejang-kejang serta masalah neurologis lainnya. Robert mengaku bahwa tertawa keras yang sering dia lakukan itu ialah sebagai bentuk pertahanan terhadap ejekan dari tetangganya yang bernama Daniel O’Hanian.

Akan tetapi, sang hakim pun menolak penjelasan Robert tersebut dan tetap akan melanjutkannya ke proses pengadilan. Alhasil, pria bertubuh gemuk itu akan diperhadapkan dengan denda sebesar 500 dollar AS (sekitar 5 juta rupiah) dan hukuman penjara selama 30 hari.

Sedangkan dari pihak tetangga Robert, Virginia, istri dari Daniel O’Hanian mengatakan bahwa pihak kepolisian sudah menemukan bukti dan menolak untuk menjelaskannya.

Diduga bahwa Robert dan tetangganya ini memang sudah bertikai sejak setahun lamanya. Dan dugaan kuat duduk permasalahannya, ialah hanya karena Robert merasa bahwa keluarga Daniel mengejek tentang kelainan dan keterbatasannya. Sehingga, Robert pun sengaja tertawa keras-keras dengan tujuan supaya tetangganya itu merasa terganggu.

Apakah mungkin kedua tetangga ini dapat rukun kembali? (yk)

Huffington Post

Comment di sini