Pelaku Mutilasi Akui Sedang Galau Saat Membunuh

by
March 8th, 2013 at 3:32 pm

Jakarta (CiriCara.com)Pelaku mutilasi mayat wanita yang ditemukan berceceran di jalan tol Cawang arah Cikampek, Benget Situmorang atau Impus (36) terancam hukuman mati karena perbuatan sadisnya itu.

Kompas

Kompas

Tindakan sadis terhadap istrinya Darna Sri Astuti itu dilakukannya karena Benget sedang galau.

“Saya nggak tahu (kenapa membunuh dan mutilasi). Pikiran saya lagi kacau, lagi galau. Saya agak nggak stabil untuk berpikir,” kata Benget kepada wartawan saat ditemui di Mapolres Jakarta Timur, Kamis 7 Maret 2013 seperti dikutip oleh Tribunnews.com.

Benget mengaku bahwa saat ia melakukan peristiwa pembunuhan, pikirannya memang sedang kacau dan tidak stabil karena seharian belum meminum tuak.

Ketika ditanya tentang tuduhan perselingkuhan terhadap istrinya, Benget mengaku tidak tahu istrinya selingkuh dengan siapa. Dengan alasan cemburu buta itulah ia membunuh istrinya sendiri.

Akibat tindakan itu, Benget dibekuk oleh polisi pada hari Rabu malam, 6 Maret 2013 di rumahnya di Jl Bungur Raya, Ciracas, Jakarta Timur.

Selain Benget, polisi juga mengamankan Tini (39) sang pembantu Benget yang juga berprofesi sebagai tukang jamu. Diduga Darna dibunuh Benget pada hari Sabtu, 6 Maret 2013 atau dua hari sebelum akhirnya dimutilasi dan dibuang ke jalan tol Cikampek.

Di samping faktor dugaan perselingkuhan, terdapat faktor lain yaitu faktor keturunan yang belum didapat keduanya meski sudah 10 tahun menikah.

Kasus mutilasi ini terungkap saat pengguna jalan menemukan potongan tubuh korban yang tercecer di jalan tol Cikampek pada hari Selasa, 6 Maret 2013.

Setelah ditelusuri menurut keterangan saksi dan urutan peristiwa, identitas korban mutilasi dengan bagian tubuh yang tercecer itu diketahui sebagai Darna Sri Astuti, yang dihabisi oleh suaminya sendiri, Benget Situmorang.

Benget membunuh istrinya sendiri karena cemburu buta. Keduanya terlibat cek cok mulut berkepanjangan hingga Benget akhirnya tega menikam Darna dengan sebilah pisau dapur ketika sedang tidur.

Peristiwa penikaman ini terjadi di rumah kediaman pasangan tersebut. Di tempat yang sama pula korban dimutilasi menjadi beberapa bagian.

Bagian-bagian tubuh yang dimutilasi itu dibuang ke ruas jalan Tol Cikampek dengan sebuah angkot KWK 03 jurusan Kampung Rambutan-Cililitan dengan plat nomor B 2312 PG. Angkot tersebut disewa Benget seharga Rp. 250 ribu. (RN)

Comment di sini