Temuan Unik: Racun Lebah Bisa Bunuh Virus HIV

by
March 11th, 2013 at 11:09 am

CiriCara.com – Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa kandungan dalam racun lebah mampu memusnahkan virus HIV yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Penelitian tersebut dilakukan oleh Washington University School of Medicine di St. Louis.

Racun Lebah dapat Menghancurkan virus HIV

Dari hasil penelitian itu, disebutkan bahwa di dalam racun lebah terkandung nanopartikel yang membawa racun jenis Melittin, dan Melittin itulah yang dapat menghancurkan virus HIV.

Kabarnya, nanopartikel yang membawa racun Melittin itu mampu menyusup ke virus HIV karena ukurannya lebih kecil dari virus mematikan itu, sehingga HIV menjadi target penyerangan racun tersebut.

Pada penelitian tersebut, sebuah kandungan yang diberi nama “protective bumper” telah diberikan pada lapisan permukaan nanopartikel tersebut, yang berfungsi membuatnya tidak mampu menyerang sel normal yang ukurannya lebih besar dari ukuran virus HIV. Alhasil, meski terjadi penyerangan terhadap virus HIV, sel-sel normal di sekitarnya tidak ikut terluka.

Joshua L. Hood, MD, PhD, instruktur penelitian tersebut mengatakan bahwa hampir tidak mungkin virus HIV tersebut dapat beradaptasi dengan serangan racun lebah itu.

Virus HIV

Dengan kata lain, virus HIV dapat dihancurkan dengan serangan racun Melittin yang terdapat pada racun lebah, hanya saja virus HIV memang memiliki lapisan pelindung berupa membran berlapis ganda. Sehingga untuk melumpuhkan virus HIV tersebut, dibutuhkan racun lebah yang banyak.

Meski demikian, diharapkan temuan baru ini dapat mengarahkan pada pengembangan pembuatan gel yang mampu mengatasi penyebaran virus HIV tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Joshua L. Hood, “Harapan kami ialah di saat virus HIV merajalela, orang-orang bisa menggunakan gel tersebut sebagai tindakan pencegahan dalam menghentikan infeksi tahap awal.”, dikutip dari Huffington Post.

Menurut data dari Yayasan Penelitian AIDS, jumlah orang yang terinfeksi virus mematikan ini sangat banyak. Tetapi dengan publikasi temuan terbaru yang dilakukan Kamis (7/3/13) lalu, pada jurnal Antiviral Theraphy itu, semoga hal tersebut dapat menjadi titik terang bagi para penderitanya.

(yk)

Huffington Post

Comment di sini